Kriminal & Hukum

Perampokan Badas: Disekap, Diikat Kawat, Mulut Korban Dilakban

KABUPATEN, JP Radar Kediri — Perampokan dengan kekerasan terjadi di rumah Winarsih, 44, Dusun Surowono, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Rabu (27/5) sekitar pukul 20.45 WIB.  Diduga pelaku yang berjumlah tiga orang itu sempat memukul dan menyekap Winarsih. Tangan Winarsih diikat menggunakan kawat, serta mulutnya ditutup menggunakan lakban.

Saat itu Winarsih sedang sendirian di rumahnya. Suaminya Mat Hadi, 54, saat itu sedang di sawah untuk mengairi sawahnya. Ketiga pelaku langsung masuk ke rumah Winarsih serta memukul hingga dia pingsan. Usai pingsan Winarsih diikat serta mulutnya ditutup menggunakan lakban.

“Diduga pelaku berjumlah tiga orang, diduga mereka melakukannya dengan cara memasuki rumah korban,” terang Kanit Reskrim Polsek Pare Iptu Sukiman.

Dalam keadaan terikat itu, ketiga pelaku mengambil sebuah cicin yang dipakai oleh Winarsih. Selain itu mereka juga mengambil sebuah gelang. Mereka juga mengambil kalung yang disimpan di atas meja kamar. Serta uang tunai sebanyak Rp 2 juta ditaruh di dalam lemari.

“Diduga pelaku sempat melakukan penganiayaan dengan memukul korban sehingga pingsan,” jelas Iptu Sukiman.

Selanjutnya sekitar pukul 21.30 WIB, Mat Hadi pulang dari sawah. Dia melihat pintu rumah bagian samping sudah dalam keadaan terbuka. Saat memasuki rumah, Mat Hadi melihat istrinya dalam keadaan pingsan. Tergeletak di ruang tamu, kedua tangannya terikat kawat, serta mulutnya ditutup lakban.

“Pelapor yang melihat istrinya dalam keadaan seperti itu, meminta pertolongan warga yang berada di pos selatan rumah korban,” ungkap Iptu Sakiman.

Selanjutnya Mat Hadi beserta kedua anaknya melepaskan ikatan dan lakban yang menutup mulut Winarsih. Setelah itu, Mat Hadi melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Pare. Namun saat petugas melakukan serangkaian pemeriksaan, Winarsih masih dalam keadaan pingsan. “Korban masih dalam keadaan pingsan, sehingga belum bisa dimintai keterangan,” jelas Iptu Sakiman.

Sementara menurut Aiptu Sakiman, berdasarkan keterangan yang diperoleh, saat melakukan aksinya ketiga pelaku menggunakan penutup wajah. Sehingga yang terlihat hanya matanya. Sementara untuk kerugian material yang dialami korban sekitar Rp 5 juta. “Kerugian sekitar Rp 5 juta. Untuk kasus ini masih dalam proses lidik,” pungkas Iptu Sakiman. 

(rk/baz/die/JPR)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close