Berita Utama

Berharap Pilkada Santun

Dhito-Dewi Dapat Tempat di Kolom Kiri

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri tadi malam menentukan tata letak pasangan calon bupati dan wakil bupati Kediri 2020. Pasangan Hanindhito Himawan Pramono dan Dewi Mariya Ulfa mendapat posisi di sisi kiri. Sedangkan di bagian kanan terdapat kolom kosong.

Pengundian tata letak itu dilakukan di Hotel Bukit Daun pukul 19.00. Ketua KPU Ninik Sunarmi mengungkapkan bahwa sesuai PKPU nomor 3 2020, dalam pengundian itu wajib dihadiri lengkap oleh anggota KPU, Bawaslu, dan pasangan calon. Termasuk penghubung pasangan calon dan terakhir dinyatakan pada forum.

“Dari hasil pengundian ini, pasangan Mas Dhito dan Mbak Dewi mendapat letak di kiri. Jadi untuk letak kanan surat suara adalah kotak kosong,” ujar Ninik.

Sementara Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono mengaku tak mempermasalahkan tata letak ini. Ia sebenarnya tak terlalu prever atau memilih letak kanan atau kiri. Menurutnya keduanya sama saja.

“Cuma begitu dapat kolom kiri maka saya sampaikan jangan lupa pilih kiri untuk Kediri,” ungkapnya.

Dhito berharap dalam pelaksanaan pada 9 Desember nanti masyarakat bisa memilih dengan santun. Ia menyinggang bahwa biasanya ada pasangan calon lebih dari satu yang dilaksanakan dengan damai. Akan tetapi karena di Kabupaten Kediri hanya ada satu calon saja maka dia ingin pilkada ini dilakukan dengan santun.

“Semua pihak bisa adem ayem dan gotongroyong, bahu membahu menyampaikan apa yang jadi visi-misi kami tanpa harus menyakiti pihak lain,” ujarnya.

Yang jelas, seperti sebelumnya, ia terus terjun ke bawah. “Melakukan sosialisasi dan konsolidasi terutama menggerakan roda partai,” tandasnya.

Terkait upaya sejumlah pihak yang menyuarakan kemenangan kotak kosong, menurutnya adalah bagian dari demokrasi. Bahwa masyarakat Kediri tidak apatis dengan adanya pilkada. Menurutnya sah-sah saja. “Tapi saya yakin masyarakat Kediri tahu betul mana yang harus dipilih dan yang mempunyai visi-misi,” tegas Dhito.

Sebenarnya Dhito sempat sedikit khawatir dengan adanya kotak kosong itu. beberapa kali ia menyebut bahwa kotak kosong cukup berat. Sebab pergerakannya tidak terukur. “Dan tidak ada data-data statistik yang bisa dijadikan acuan,” ungkapnya.

Beda dengan adanya pasangan calon lain. Yang pergerakannya bisa dimonitor. Sejauh ini, ia terus melakukan komunikasi dengan seluruh parpol pendukung. Sebab hal itu menurutnya merupakan salah satu kunci dalam kemenangan pilkada. “Pilkada ini akan jadi alat koreksi yang ingin membesarkan diri dan yang berhasrat untuk mengabdi. Jangan lupa pilih kiri untuk Kediri,” pungkasnya. (din/fud)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close