Berita UtamaHeadlinesKomunikasi PemerintahanNganjuk

Insentif Nakes Belum Cair

Dinkes dan BPKAD Masih Tunggu Transfer dari Pusat

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Puluhan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Nganjuk yang menangani Covid-19 agaknya masih harus bersabar lagi. Pasalnya, hingga akhir Oktober ini mereka belum kunjung menerima insentif Covid-19. Penyebabnya, pemkab masih menunggu transfer dana dari pusat.

Belum cairnya insentif itu seperti diakui oleh Wasis Sunarto pegawai RSUD Nganjuk. “Alhamdulillah belum (terima insentif, Red), lebih jelas tanya pimpinan saja,” ujar Wasis yang juga menjabat kepala IGD RSUD Nganjuk.

Hal senada juga diungkapkan Agus Sunarko, kepala ruang Puspa Indah. Menurutnya, hingga kemarin dana insentif memang belum turun. Dia pun tidak tahu kelanjutan insentif untuk nakes di rumah sakit milik Pemkab Nganjuk tersebut.

Meski insentif belum cair, menurut Agus penanganan Covid-19 di sana tetap seperti biasa. “Infonya sih (insentif Covid, Red) masih tahap proses,” sambung Agus sembari menyebut hingga saat ini para pegawai tak tahu sampai dimana prosesnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Nganjuk Sri Seobekti mengatakan, dinkes masih menunggu pem­beritahuan dari Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) untuk pengajuan surat penyediaan dana (SPD). “Mungkin dana (insentif, Red) dari pusat belum ditransfer,” katanya.

Kepala Badan Pengelolaan Ke­ua­­ngan dan Aset Daerah (BPKAD) Kartimah yang dikonfirmasi secara terpisah membenarkan jika klaim insentif Covid-19 untuk nakes RSUD Nganjuk memang belum ditransfer oleh pusat. Pemkab, lanjutnya, sudah menyelesaikan laporan untuk tahap pertama.

Tahap selanjutnya, beber Kartimah, adalah menunggu tahap kedua. “Semua prosedur dan persyaratan sudah selesai. Kami menunggu dari pusat,” terangnya.

Penjelasan Kartimah agak berbeda dengan pemahaman nakes sebelumnya. Mereka mengira akan menerima insentif dalam dua tahap. Tetapi, ternyata tiap tahap itu sasarannya berbeda.

Kartimah menyebut, untuk tahap pertama bantuan dimulai sejak Maret sampai Mei bagi dinas kesehatan (dinkes) yang mengintegrasikan puskesmas di dalamnya. Sedangkan untuk RSUD Nganjuk kelak akan masuk pada bantuan tahap kedua.

Menurut Kartimah, sebelumnya nakes di rumah sakit juga mendapat bantuan lewat APBD. Bagaimana dengan RSUD Kertosono yang nakesnya mendapat insentif Covid-19 pada tahap pertama? terkait hal itu, Kartimah menduga insentif tersebut bersumber dari APBD.  “Harus dicek dulu. Sebab, sejauh ini dari pusat bantuan tahap ke dua untuk RSUD belum ditransfer,” jelasnya.

Seperti diberitakan, sebelum­nya RSUD Nganjuk mengirim berkas pencairan insentif ke dinkes pada awal Oktober. Untuk pencairan insentif Maret dan April, masing-masing untuk 95 pegawai dan 85 pegawai, dinkes mengajukan insentif senilai Rp 1,42 miliar. Meski demikian, data tersebut masih diverifikasi ulang BPKAD. (rq/ut)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close