Komunikasi BisnisKomunikasi PemerintahanNganjuk

Tak Mau Ambil Risiko, Pilih Tutup Toko

Minta Kaji Ulang Desain Lampu yang Terlalu Tinggi

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Pembangunan pedestrian di sepanjang Jl Ahmad Yani, Kota Nganjuk masih terus berlanjut. Sejumlah pedagang yang depan tokonya digali untuk pelebaran trotoar itu memilih untuk menutup tokonya karena tak mau ambil risiko.

Seperti diungkapkan oleh Evi, 72. Pemilik toko emas itu mengaku menutup tokonya sejak Minggu (18/10) lalu. “Kebetulan toko saya yang di sebelah barat, jadi terdampak langsung,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Lebih jauh lansia itu menyebut penutupan toko merupakan pilihan terbaik. Sebab, saat ini di depan tokonya terdapat lubang besar untuk pembuatan gorong-gorong. Belum lagi deretan box culvert yang berjajar di dekat lubang itu.

Sebenarnya, lanjut Evi, akses ke toko diberi jembatan sementara dari kayu. Tetapi, dia memilih untuk menutup toko karena mempertimbangkan keselamatan pelanggannya. “Kasihan pengunjung yang berumur.

Lagian juga berdebu. Jadi ditutup saja,” lanjut perempuan berbaju putih yang kemarin mengecek pengerjaan proyek di depan tokonya.

Dia berharap pemasangan box culvert di sana bisa segera selesai. Sehingga, galian di depan tokonya tertutup dan bisa segera kembali berjualan. Selebihnya, Evi meminta pemkab mengkaji ulang desain lampu pedestrian. Sebab, tinggi tiang yang bisa mencapai lantai dua rumah, berisiko membahayakan keamanan toko.

Dia pun meminta agar tiang lampu diperpendek. Sehingga, keamanan sejumlah toko yang ada di sana lebih terjaga. “Saran saya ya mungkin bisa memakai lampu yang pendek,” terangnya.

Sementara itu, selain para penjual, sejumlah pembeli di kompleks pertokoan Jl A.Yani juga merasakan dampak pembangunan pedestrian. Seperti diakui oleh Budianto, 44. Pria asal Loceret itu mengaku harus memutar lebih lama jika hendak menuju ke toko lain di Jl Ahmad Yani.

Jika Budi berangkat dari selatan, dia memang tidak bisa langsung mengambil jalan hingga ke perempatan Jl Yos Sudarso. Melainkan harus memutar dan menempuh jarak yang relatif jauh karena jalan ditutup searah. “Parkir dan jalannya agak jauh, jadi terganggu saja,” tuturnya.

Untuk diketahui, pembangunan pedestrian itu baru dimulai pertengahan September lalu. Dimulai dengan pemotongan pohon sono di sepanjang jalan tersebut, pekerja lantas membongkar gorong-gorong dan memperlebarnya.

Selanjutnya, gorong-gorong dipasangi box culvert sebelum ditutup untuk dibangun pedestrian. Pantauan koran ini kemarin, pemasangan box culvert baru selesai untuk segmen 1 dan sebagian segmen 2. Yakni, di depan taman Nyawiji hingga ke utara atau sebelum perempatan Jl Yos Sudarso.

Adapun untuk segmen 3 di dekat apotek Panggung, pekerja masih melakukan penggalian. Deretan box culvert yang siap dipasang terpasang berjajar di dekat galian.

Sesuai rencana, proyek pedes­trian harus tuntas Desember nanti. Selain memperlebar trotoar, pemkab juga akan memasang lampu, bangku panjang, hingga pohon tabebuya di sepanjang jalan jantung Kota Nganjuk itu. (syi/ut)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close