Komunikasi PemerintahanNganjuk

Tertibkan Puluhan Reklame Bodong

Izin Kedaluwarsa, Satpol PP Cabut 20 Banner

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Satpol PP menertibkan puluhan reklame bodong yang terpasang di sejumlah titik di Kota Angin. Reklame yang mayoritas berupa banner itu dicabut karena izinnya sudah habis alias kedaluwarsa.

Pantauan koran ini, penertiban reklame itu dilakukan di sejumlah daerah. Mulai Kecamatan Sukomoro hingga di Kecamatan Nganjuk. “20 banner yang kami tertibkan ini pemasangnya sama,” ujar Kasi Ketertiban Umum Satpol PP Nganjuk Sutikno sembari menyebut banner merupakan iklan rokok.

Sutikno menjelaskan, banner tersebut paling banyak didapati di exit tol Begadung. Keberadaan reklame bodong itu menurutnya diketahui saat anggota satpol melakukan patroli rutin. Di sana, anggotanya mengecek izin reklame yang terpasang di tepi jalan Kota Angin.

Dari sana diketahui jika izin reklame sudah habis pada akhir September 2020. Dalam pengecekan awal Oktober lalu, pemasang belum kunjung memperbarui izinnya. “Saat dilakukan patroli beberapa hari yang lalu, ternyata sudah ada stiker untuk perizinan di tiang,” lanjut Sutikno.

Petugas satpol PP lantas melakukan pengecekan ke dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP). Di sana diketahui jika izin reklame rokok itu belum diperbarui.

Keberadaan stiker perizinan di tiang reklame diduga untuk mengelabuhi para petugas penegak perda tersebut. “Acuan kami dari surat izin yang ditandatangani kepala DPMPTSP. Saat dicek, ternyata izin memang sudah habis sejak September dan tidak diperbarui hingga hari ini,” tegas pria berkumis itu.

Mendapati fakta tersebut, satpol PP langsung mengambil tindakan tegas dengan mencopot reklame tak berizin tersebut. Hingga pukul 14.00 kemarin, puluhan reklame berikut tiang besinya diamankan di kantor satpol PP.

Lebih jauh Sutikno menjelaskan, satpol PP tidak pernah melarang pemasangan iklan di Nganjuk. Syaratnya, mereka harus membayar pajak dan mengurus izin.

Pajak reklame, jelas Sutikno, jadi salah satu pos pendapatan asli daerah (PAD). “Kami lakukan penertiban agar potensi PAD tidak bocor. Ini juga untuk pembangunan Nganjuk,” tandasnya sembari menyesalkan banyak pemasanga reklame yang tidak mau mencabuti iklan mereka yang sudah habis izinnya.

Selain puluhan reklame rokok yang dicabut kemarin, menurut Sutikno ada pula reklame lain yang justru tak berizin. Ke depan, dia mengaku akan kembali melakukan pengecekan dan menertibkannya. (syi/ut)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close