Berita UtamaHeadlines

Lagi, Maut di Jalan

Truk Terguling, Seorang Pekerja Tewas

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Jalanan kembali menebar maut. Kecelakaan yang mengakibatkan korban tewas kembali terjadi. Kali ini berlangsung di Jalan Pare-Kediri. Tepatnya di Desa Bendo, Kecamatan Pare. Truk bernopol B 9017 SOQ yang disopiri Huda, 30, warga Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, mengalami kecelakaan tunggal. Menyebabkan seorang yang berada di bak truk tewas.
Korban tewas dalam kecelakaan itu adalah Abdul Mutholib, 40, warga desa yang sama dengan sopir. Dia adalah pekerja yang biasa menaikkan dan menurunkan muatan. Truk tersebut saat itu tengah mengangkut aspal yang masih berupa serbuk.
Perkiraan awal, truk tersebut kelebihan muatan. Membuat sopir tak bisa menahan keseimbangan dan akhirnya terguling. “Kalau dari keterangan beberapa saksi, kecelakaan karena truknya bermuatan lebih. Terus jalannya kencang. Jadi (sopir) tak bisa mengendalikan laju truk,” terang Kanit Laka Lantas Polres Kediri Ipda Aris Wigiarto.
Korban tewas akibat tersungkur dari bak truk. Dada korban terbentur trotoar. Saat itu korban berada di bak truk bersama dengan dua orang lainnya, Nadir, 56 dan Fendi, 17. Nadir beralamat sama dengan sopir sedangkan Fendi adalah warga Desa Parang, Kecamatan Banyakan. Dua orang itu hanya menderita luka di siku tangan kanan dan dagu lecet, serta mengalami dada sesak.
Sopir, dan dua pekerja yang ada di bak truk bisa selamat karena lebih dulu siaga saat truk terguling. Mereka bisa melindungi diri dari benturan saat truk terguling.
Sedangkan Abdul meninggal dunia saat perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri (RSKK). 
Sementara itu, Budi, penjual es yang juga saksi mata mengatakan, truk yang berasal dari arah Pare tersebut sudah terlihat oleng. Bahkan dia melihat ban kiri sudah terangkat.
Saat itu, masih menurut Budi, truk mencoba menghindari traffic cone yang ada di tengah jalan. Tepatnya di depan Pasar Bendo. Karena melaju kencang truk pun oleng ke kanan. Sopir pun tak bisa menguasai kendali truknya.
“Dari sana saya sudah lihat truknya kok oleng ke kanan, ya sekitar 500 meter olengnya hingga terguling,” terang Budi.
Truk bermuatan 250 karung aspal tersebut terguling dan menabrak pohon yang ada di samping jalan. Saat itu juga Budi langsung berteriak dan meminta bantuan pada warga yang ada. Budi membantu membalikkan badan Abdul yang saat itu tengkurap. Ia melihat Abdul sudah mengeluarkan banyak darah.
Saat itu juga warga segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Tak lama kemudian angota polisi tiba untuk mengavakuasi korban dan membawa ke rumah sakit. Truk yang saat itu terguling baru didirkan sekitar 1 jam setelah kejadian. Beruntung, saat pertiwa berlangung jalan yang berasal dari arah Kediri terlihat sepi. Sehingga kecelakaan tidak merembet pada pengguna jalan lainnya. (luk/fud)

Rem Blong, Tabrak Lima Kendaraan

Di Kota Kediri, kecelakaan berantai terjadi tepat di Jembatan Semampir kemarin (13/11) sekitar pukul 09.00. Melibatkan enam kendaraan. Beruntung, kecelakaan yang terjadi di jam padat lalu lintas itu tak mengakibatkan korban jiwa.
Hanya, kemacetan total sempat terjadi selama tiga puluh menit. Yaitu saat proses pemindahan kendaraan yang terlibat kecelakaan. Saat itu dua arah yang hendak melintasi jembatan tak bisa lewat.
Kecelakaan berawal saat dump truck L 8237 UK yang disopiri Ainul Bawafi remnya blong. Warga Desa Centong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto itu tak bisa mengendalikan kendaraannya. Kemudian menabrak truk yang ada di depannya. Saat itu truk yang tak bermuatan itu menyeberang jembatan menuju ke barat. Sedianya sopir truk hendak pulang ke Trenggalek.
“Saya kaget, tiba-tiba dari belakang ada yang mendorong . Lalu langsung saya injak rem hingga membuat truk saya terdorong hampir 10 meter dan berbelok ke kanan. Ternyata didorong oleh dump truk,” aku Catur Irawan, 33, sopir truk yang ditabrak dari belakang itu.
Saat terdorong itulah truk yang dikemudikan warga Desa Karangan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek itu ganti menabraki empat kendaraan di depannya. Yang pertama ditabrak adalah Honda Revo bernopol AG 6314 BA yang dikendarai Ari Pamuji Eko, 28, warga Desa Gringging, Kecamatan Grogol. Motor milik Ari ini berjalan dalam arah yang sama dengan kedua truk yang terlibat kecelakaan awal itu.
Setelah itu, truk milik Catur juga menghantam mobil sedan Honda Civic bernopol L 1321 IB yang dikemudikan Suwandi, 46, warga Desa Jugo, Kecamatan Mojo. Mobil ini berjalan ke arah berlawanan.
Setelah itu berturut-turut truk menghantam dua motor. Honda Beat bernopol AG 2668 EAG milik Ahmad Kharis, 34, warga Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo dan Honda Supra AG 2530 AL milik Dian Mei Arisandi. Dua motor ini juga melaju dari arah Mojoroto. Setelah menabrak dua motor itu truk akhirnya berhenti. Namun posisinya melintang. Hidung truk sudah menghantam pagar jembatan sisi utara.
Kedua motor yang ditabrak terakhir posisinya terjepit di bawah truk. Untungnya dua pengemudinya bisa segera menyelamatkan diri dengan meloncat dari kendaraan. Sehingga terhindar dari maut.
Ainul, sopir dump truk, mengakui remnya sudah blong sebelum masuk jembatan. Karena itu dia tak ada pilihan lain kecuali menabrakkan pada kendaraan di depannya.
“Saya melaju dengan kecepatan 40 km per jam tapi remnya blong. Saya menyesal menyebabkan kecelakaan ini dan membuat shock banyak orang,” ucap Ainul yang mengaku telah melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat itu.
Dari konfirmasi Kanit laka satlantas polresta Ipda Dyah Ayu membenarkan kronologis yang dikatakan para saksi kejadian. Dia juga mengatakan bila masih melakukan penyelidikan dari kecelakaan ini, sehingga dapat diketahui penyebab rem blong yang dialami dump truk. ”Saya mengingatkan agar warga berhati-hati berkendara. Melewati jembatan tidak boleh dengan kecepatan tinggi,” ucap Dyah. (jar/fud)

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close