FeatureKomunikasi PemerintahanNganjuk

Penyandang Tunadaksa pun Bisa Leluasa Beraktivitas Lagi

Ringankan Beban, TKSK dan YPTD Jakarta Bagikan Kaki Palsu

Bagi penyandang tuna daksa, keberadaan kaki palsu atau kaki prostetik sangat vital untuk mendukung aktivitas. Tak ayal kegembiraan pun terpancar saat mereka dipastikan mendapat alat bantu itu dari TKSK dan YPTD Jakarta.

IQBAL SYAHRONI, NGANJUK. JP Radar Nganjuk

Adalah Beni Natalia yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya kemarin pagi. Duduk di kursi yang ditata berjajar di kantor dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos PPPA) Nganjuk bersama puluhan penyandang tuna daksa lainnya, pria berusia 38 tahun itu terlihat antusias menunggu giliran diukur kakinya.

Pria asal Desa Ketawang, Gondang tersebut terlihat aktif berkomunikasi dengan petugas yang melakukan pengukuran. Mereka juga berbincang saat petugas memasang gips agar bisa mencetak kaki palsu yang pas. “Saya sudah memakai kaki palsu sejak SMA,” ujar Beni membuka perbincangan dengan Jawa Pos Radar Nganjuk.

Hingga saat ini, setidaknya dia sudah pernah melakukan penggantian kaki palsu sebanyak tiga kali. Kaki palsu keempat yang dipakainya kemarin agaknya sudah terasa tidak nyaman lagi. Karenanya, pria berkaus hijau itu begitu gembira saat mendapat bantuan kaki palsu gratis dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Yayasan Peduli Tunadaksa (YPTD) Jakarta itu.

Mengalami kecelakaan kereta pada 1994 silam, Beni tidak bisa lagi berjalan secara normal. Kaki kanannya terpaksa diamputasi hingga di bawah lutut akibat kecelakaan yang dialami saat dia berusia 12 tahun itu.

Sejak itu pula, pria yang kemarin memakai masker dan face shield itu harus bergantung pada kaki palsu. Beni menyadari, penyesalan akibat petaka yang terjadi puluhan tahun silam itu tidak lagi ada gunanya.

Karenanya, dia memilih menyemai harapan dengan kondisinya yang sekarang. Termasuk saat harus beraktivitas menggunakan kaki prostetik. Dia bersyukur dengan kaki palsunya itu kini dia bisa bekerja dengan lancar. “Meski penyandang tunadaksa saya tidak ingin berpangku tangan. Harus bisa bermanfaat untuk banyak orang (dengan bekerja, Red),” bebernya semangat.

Untuk diketahui, selain Beni, total ada 100 penyandang tunadaksa yang mendapat bantuan kaki palsu. Koordinator TKSK Kabupaten Nganjuk Muhlis Ariyanto mengungkapkan, bantuan kaki palsu ini diberikan tiap dua tahun sekali.

Tujuannya membantu penyandang tunadaksa yang kesulitan biaya memasang kaki atau tangan prostetik. Bekerja sama dengan YPTD Jakarta, TKSK mendata warga Nganjuk dan beberapa daerah lain seperti Bojonegoro, Jombang, dan Kediri yang membutuhkan bantuan.

Muhlis menyebut, pengukuran kaki palsu yang dimulai kemarin akan berlangsung hingga Jumat (6/11) lusa. Pengukuran dilakukan bertahap untuk mencegah berkumpulnya orang dalam jumlah banyak. “Tiap hari hanya 25 orang,” lanjutnya sembari menyebut cara itu ditempuh karena mereka harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Bagaimana dia bisa mendapatkan data 100 penyandang tunadaksa? Muhlis mengaku melibatkan TKSK di tiap kecamatan. Mereka yang bertugas mendata bersama anggota bhabinkamtibmas. Dengan cara itu, para penyandang tunadaksa yang mayoritas mengalami cacat akibat kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja itu bisa terjangkau semua.

Dengan pengukuran kaki yang dilakukan minggu ini, Muhlis menyebut kaki palsu untuk 100 penyandang tuna daksa itu bisa dibagikan pada akhir Desember atau awal Januari nanti. “Jadi pas. Penyaluran bantuan kaki palsu ini sekaligus memperingati Hari Pahlawan dan Hari Disabilitas,” bebernya.

Kepala Dinsos PPPA Nafhan Tohawi menambahkan, pihaknya mendukung kegiatan yang digelar tiap dua tahun sekali itu. Dia berharap pembagian kaki palsu ini bisa meringankan beban penyandang tunadaksa di Kota Angin. “Dengan bantuan ini, penyandang tunadaksa bisa beraktivitas normal lagi,” sambung Nafhan.

Dalam kesempatan kemarin Nafhan juga berbincang dengan beberapa penyandang tunadaksa yang sedang mengikuti pengukuran. Orang nomor satu di dinsos PPPA itu memberi suntikan semangat kepada mereka. (ut)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close