Berita UtamaHeadlines

Keberatan Tarif Retribusi Pasar

Dewan Buka Wacana Pengurangan, Masih Dikaji Tim Terkait

KOTA, JP Radar Kediri- Besaran biaya retribusi di Pasar Setonobetek, Kota Kediri dinilai terlalu tinggi bagi para pedagang. Terlebih perputaran ekonomi belum berjalan maksimal hingga kemarin. Alhasil, muncul wacana pengurangan tarifnya.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Erita Dewi. Ia mengaku bahwa pihaknya memang sengaja mendorong agar hal itu dapat terealisasikan. Sehingga para pedagang tidak lagi merasa keberatan.
“Kami melihat bahwa retribusi yang diajukan sekarang ini terlalu tinggi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Erita menilai, tarif retribusi ini kurang adil bagi para pedagang. Pasalnya, pendapatan mereka setiap hari masih belum stabil. Sedangkan kondisi pasar belum begitu ramai.
Seperti halnya di Blok A Pasar Setonobetek. Di sini banyak ditempati pedagang konveksi atau pakaian. Mereka mengaku, tidak setiap hari laku. Ada pula hari-hari di mana tidak ada “pelaris” sama sekali.
Belum lagi, kondisi diperparah pandemi Covid-19. Ini semakin membuat daya beli masyarakat berkurang dibandingkan sebelumnya. “Nanti kalau sudah ramai lagi mungkin bisa diterapkan retribusi normal,” imbuh politisi Gerindra tersebut.
Sejatinya, menurut Erita, pedagang tidak begitu keberatan dengan retribusi yang dipatok oleh PD Pasar Jayabaya. Namun dengan catatan, pasar telah kembali ramai dan daya beli meningkat. Masalahnya kini kondisinya perputaran ekonomi dinilai masih sepi dan lesu.
Pihaknya menilai gebyar Pasar Setonobetek belum begitu dapat menarik orang untuk berbelanja di sana. Kondisi tersebut telah terjadi bahkan sebelum ada pandemi. “Memang belum ramai. Bukan karena pandeminya,” urainya.
Berdasarkan keterangan Erita, besaran retribusi bagi para pedagang adalah sebesar Rp 8 ribu. Namun begitu berapa besaran retribusi hasil revisi ini nantinya, ia mengaku, belum ada kepastian terkait hal itu. Hal itu masih akan dibicarakan lagi ke depannya.
Pihaknya menambahkan, penentuan besaran tarif retribusi tersebut akan dilakukan oleh tim terkait. “Pastinya berapa, akan kami rumuskan lagi nanti,” tandas Erita.
Lebih jauh, Erita mengatakan bahwa salah satu bukti bahwa pedagang keberatan dengan biaya retribusi tersebut terlihat di blok A Setonobetek. Beberapa pedagang memilih mengosongkan los dan kiosnya karena merasa penghasilan yang didapat tidak sebanding dengan pengeluarannya.
Sementara itu, Koordinator Pasar Setonobetek Shaenudin mengaku, belum mendapat tembusan terkait wacana pengurangan tarif retribusi tersebut. “Mohon maaf, saya belum ada info. Coba besok saya konfirmasikan dulu ke kabag pengembangan,” tulisnya melalui pesan singkat kepada koran ini. (tar/ndr)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close