Berita UtamaHeadlines

Perlu Kaji Ulang

Pemkot Disarankan Gratiskan Retribusi selama Pandemi

KOTA, JP Radar Kediri- Besarnya retribusi yang dibebankan kepada pedagang di Pasar Setonobetek memang layak dikaji ulang. Bahkan, dalam kondisi saat ini Pemkot Kediri disarankan tak perlu mengambil untung. Setidaknya selama biaya operasional harian sudah tercukupi.
Tindakan pemkot yang mengkaji ulang besarnya retribusi juga dianggap langkah tepat. Pertimbangannya adalah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih setelah didera imbas kebijakan terkait pandemi korona.
“Saya rasa memang perlu ada pengurangan atau penyesuain ulang,” ujar pengamat ekonomi Samari kepada koran ini.
Dosen UNP Kediri tersebut mengaku bahwa telah memperkirakan hal ini akan terjadi. Pasalnya dampak pandemi Covid-19 sangat terasa bagi seluruh pihak. Daya beli masyarakat menurun drastis. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut terdampak.
Di luar masa pandemi, Pasar Setonobetek baru dinilai Samari belum bisa seramai yang diharapkan sejak resmi dibuka. Belum lagi aktivitas perdagangan yang ada pada lantai dua. “Wajar rasanya jika para pedagang keberatan. Pasarnya masih sepi dan daya belinya menurun,” imbuhnya.
Dengan kondisi sekarang ini, Samari melihat bahwa biaya retribusi sangat wajar jika harus dikaji ulang. Perlu ada penyesuaian dengan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat dewasa ini. Menurutnya, setidaknya biaya operasional pasar terpenuhi, Pemkot Kediri tidak perlu mengambil untung terlebih dulu.
Penurunan biaya retribusi tersebut tentunya akan sangat membantu para pedagang. Bahkan, Samari menilai bahwa retribusi tersebut bisa saja sampai digratiskan oleh Pemkot Kediri. Selama kurun waktu tertentu ini, pedagang tidak perlu membayar retribusi.
“Daripada memberikan bantuan langsung atau semacamnya, menggratiskan retribusi ini juga bisa menjadi alternatif lainnya. Toh, para pedagang ini juga masyarakat yang terdampak korona juga,” tutur pria berkumis tersebut.
Lalu, bagaimana dengan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Kediri jika retribusi tersebut digratiskan? Samari menilai tidak ada masalah dengan hal tersebut. Pemkot Kediri masih bisa mendapatkan pendapatan dari sektor lainnya.
“Bisa dialihkan dan menurut saya tanpa adanya PAD dari pasar, Kota Kediri masih bisa bertahan,” tandasnya.
Sebelumnya, retribusi di Pasar Setonobetek dinilai terlalu tinggi bagi para pedagang di sana. Terlebih perputaran ekonomi belum berjalan maksimal di sana kemarin. Alhasil, muncul dorongan untuk mengurangi retribusi tersebut oleh Komisi B DPRD Kota Kediri.
“Kami melihat bahwa retribusi yang diajukan sekarang ini terlalu tinggi,” ujar Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Erita Dewi.
Berdasarkan keterangan Erita, besaran retribusi bagi para pedagang adalah sebesar Rp 8 ribu. Namun begitu berapa besaran retribusi hasil revisi ini nantinya, ia mengaku belum ada kepastian terkait hal itu. Ia mengaku bahwa hal itu masih akan dibicarakan lagi ke depannya.
Sejatinya, Erita mengatakan bahwa para pedagang tidak begitu keberatan dengan biaya retribusi yang dipatok oleh PD Pasar Jayabaya. Namun dengan catatan bahwa pasar telah kembali ramai dan daya beli meningkat. Masalahnya kini kondisinya perputaran ekonomi dinilai masih sepi dan lesu. (tar/fud)

Upaya Pasar Tingkatkan Minat Pengunjung //
• Mengoptimalkan blok A
• Beberapa kios dan lapak yang kosong akan segera diisi
• Memindah pedagang ayam potong dan ikan segar ke sekitar blok A
• Melakukan beberapa renovasi dan penataan ulang

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close