Berita Utama

Kerugian Kebakaran Sari Wangi Rp 100 Juta

Satreskrim Masih Selidiki Penyebab Pasti Sumber Api

KOTA, JP Radar Kediri – Polres Kediri Kota masih menyelidiki kasus kebakaran di toko parfum Sari Wangi, Jl HOS Cokroaminoto, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kamis malam (19/11). Hingga kemarin, bangunan yang terbakar di selatan perempatan Reco Pentung itu masih dikelilingi garis polisi.

“Jumat pagi kemarin (20/11) kami telah memanggil pemilik toko untuk dimintai keterangan. Selain itu, kami juga sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” ujar Kasatreskrim Polresta AKP Verawaty Thaib yang dihubungi secara daring.

Ia mengakui, belum memastikan penyebab kebakaran toko minyak wangi di pusat Kota Tahu. Satreskrim masih menelusuri pemicu kebakaran yang terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 22.30 itu. Apalagi, kebakaran sempat terjadi dua kali. Yakni, setelah petugas PMK selesai memadamkan api pada pukul 00.30. Tiba-tiba timbul kebakaran lagi sekitar pukul 02.30.

“Untuk kepastian penyebabnya (kebakaran) kami masih melakukan penyelidikan,” kata Vera.

Terpisah, Kepala PMK Kota Kediri Fanny Eryanto mengungkapkan, tersulit memadamkan api di lantai tiga. Sebab di sana banyak bahan bakar. Tiga mobil PMK pun hilir mudik mengisi air. Bahkan, PMK PT Gudang Garam (GG) ikut membantu menjinakkan api.

Hingga akhirnya dapat dipadamkan pukul 00.30. “Tetapi kami mendapat laporan lagi, pukul 02.30 ada kebakan susulan di lantai tiga. Ternyata masih ada kardus-kardus bekas yang menimbulkan api hidup lagi,” ungkap Fanny.

Butuh waktu satu jam memadamkan kebakaran kedua. PMK Kota Kediri mengerahkan dua mobil sekaligus. Mereka memastikan api benar-benar padam pukul 03.40 menjelang Subuh. Setelah itu, polisi memberi garis polisi.

Sementara, Ziad Bastulani, 43, pemilik toko parfum Sari Wangi, memperkirakan kerugian akibat kebakaran ini sampai Rp 100 juta. “Saya tadi lihat parfum dan botol banyak yang terbakar,” urainya pascaapi dipadamkan.

Sebelum kejadian, Ziad mengaku, menutup toko pukul 21.00. Dia lalu pulang ke rumahnya,  Desa Katang, Kecamatan Ngasem. Tiba-tiba pukul 22.20 dia dihubung karyawannya ketika toko terbakar.

“Sampai lokasi sudah ada petugas pemadam kebakaran. Katanya ada warga yang melihat kepulan asap di lantai tiga,” ungkapnya.

Melihat tokonya terbakar, Ziad membantu PMK menunjukkan barang-barang yang mudah terbakar.  Beberapa karyawan toko pun membantu menyisihkan barang-barang yang mudah terbakar. Sedangkan petugas PMK terus berusaha memadamkan api yang bersumber dari lantai tiga. Di lantai tiga terdapat gudang penyimpan bahan parfum, seperti alkohol dan methanol.

“Ketika muncul asap, saya jebol pintu, api ada di atap. Kemungkinan korsleting dari kabel-kabel yang ada di atap Mas,” papar Ziad.

Sekitar pukul 23.30, menurutnya, api dari lantai tiga menjalar ke lantai dua. Namun ketika api masih di luar kamar lantai dua, petugas PMK langsung sigap mematikan. Sehingga tidak masuk ke ruangan lantai dua yang penuh dengan berkas-berkas transaksi parfum di toko.(jar/ndr)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close