Feature

Bertemu Kawan Lama lalu Nikmati Nasi Pecel

Ketika Puteri Indonesia 2020 Ayu Maulida Bertandang ke Kediri

Puteri Indonesia 2020 Raden Roro Ayu Maulida rupanya sudah tak asing lagi dengan Kediri. Tak hanya sekali dia menginjakkan kaki di Bumi Panji. Kali ini kedatangannya terkait Dhoho Street Fashion. Apa saja aktivitasnya?

ANDHIKA ATTAR, Kota, JP Radar Kediri  //

Raden Roro Ayu Maulida tampak segar ketika ditemui Jawa Pos Radar Kediri di Hotel Grand Surya, Kediri, Sabtu sore (21/11). Meski ada sedikit gurat lelah di parasnya karena kesibukan yang padat, gadis yang karib disapa Ayuma ini tak bisa menyembunyikan kerinduannya begitu tiba di Kota Kediri.

Apalagi beberapa kawan lamanya saat kuliah dahulu juga ada yang dari Kediri. Ayuma masih sering berkomunikasi dengan temannya tersebut. “Saya ada teman asli sini (Kediri, Red). Rencananya juga mau bertemu sebentar di sini,” ujarnya kepada koran ini.

Gadis kelahiran 1997 tersebut menyatakan, tidak ada yang berubah dari dirinya meski telah dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2020 pada Maret lalu. Termasuk hubungan sosialnya dengan teman, kerabat, dan keluarganya. Setiap ada kesempatan, Ayuma pasti memaksimalkan kualitas pertemuan tersebut.

Bahkan di tengah rasa lelahnya setelah berkeliling Jawa Timur dalam agenda Puteri Indonesia, Ayuma tetap meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan kawan lamanya. Ia tak lantas mengabaikan teman semasa kuliahnya di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut. “Iya, habis ini,” celetuk gadis berzodiak Cancer tersebut.

Sebagai perempuan yang lahir dan besar di Surabaya, Ayuma mengaku, bukan baru kali ini mengenal Kediri. Mulai dari tempat wisata unggulan hingga makanan khasnya. Salah satu menu favoritnya sebagai orang Jawa Timur tak lain adalah nasi pecel. Tiba di Kota Kediri, ia seolah tak sabar ingin menikmatinya.

Karena itu, saat dipercaya mengisi acara Dhoho Street Fashion (DSF) pada Minggu kemarin (22/11), Ayuma merasa sangat excited. Salah satunya karena ia mengakui bahwa dalam masa pandemi ini jarang ada daerah yang tetap menggelar event serupa.

“Salut dengan Kota Kediri. Bisa mengemas acaranya sesuai dengan protokol kesehatan dan tetap mendukung perekonomian lokal,” tutur gadis berpostur ramping tersebut.

Amanah yang dipercayakan kepadanya sebagai Puteri Indonesia tidak pernah disia-siakannya. Walau tepat setelah dirinya mengenakan mahkota sakral tersebut pandemi Covid-19 melanda. Beberapa agenda rutin pun terpaksa dilakukan penyesuaian.

“Mau tidak mau harus beradaptasi. Terlebih untuk mengikuti semua protokol kesehatan dari pemerintah,” aku sarjana hukum tersebut.

Menjalani rapid test pun bukan hal yang tabu baginya. Mengingat mobilitasnya yang sangat tinggi. Bahkan, Ayuma mengatakan, dalam satu minggu pernah sampai menjalani pemeriksaan selama empat kali. Di tempat yang berbeda-beda. Sesuai yang dikunjunginya.

“Saya juga menggunakan produk dari Mustika Ratu untuk menjaga daya tahan tubuh saat aktivitas tinggi. Karena berbahan herbal, jadi tidak ada efek sampingnya,” ungkap Ayuma.

Beberapa agenda Puteri Indonesia memang terpaksa disulap sedemikian rupa agar tetap dapat berlangsung. Salah satunya dengan webinar. Bahkan tidak terhitung lagi berapa banyaknya ia menjadi pembicara dalam acara yang digelar secara daring tersebut. (ndr)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close