Artikel Populer
.

Terbaru

.
Memermak Wisata Kelud, Bagaimana Seharusnya?

Saya mengapresiasi Pemkab Kediri yang sejak tahun lalu dan berjalan hingga tahun ini mulai memermak kawasan wisata di Gunung Kelud. Di antaranya pengecoran jalan menuju puncak Kelud  sepanjang 243 meter dengan lebar 6 meter, pemasangan paving, hingga rencana pembangunan toilet terpadu serta kios food court di puncak. Ini adalah deretan intervensi fisik yang nyata. Sebagai orang yang sudah beberapa kali mengunjungi Gunung Kelud, kawasan wisata itu menurut saya adalah gambaran sebuah paradoks yang anggun. Satu sisi, menunjukkan keliarannya, yang menyimpan potensi kehancuran raksasa. Namun, di sisi lain, kawasan itu memancarkan pesona alam yang tiada duanya. Kawahnya yang ikonik, adalah mahakarya alam yang selalu berhasil memikat siapa saja. Namun, sejujurnya, mengamati dinamika pariwisata di Kelud dari waktu ke waktu, seringkali menyisakan pertanyaan mendasar: “Mengapa destinasi sekelas dan seindah Kelud ini seolah berjalan di tempat, seakan berjalan tertatih merespona zaman?”.

Santri Lirboyo Jadi Pembatik Dadakan Pecahkan Rekor Muri

KOTA, JP Radar Kediri-Sebanyak 10.476 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo menjadi pembatik dadakan kemarin (8/10). Aksi mereka mencanting batik bermotif bunga itu sukses memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).           Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, ribuan santri duduk lesehan di lapangan utama Ponpes Lirboyo. Memegang selembar kain putih bermotif bunga, para santri putra itu fokus mencanting. Mereka mengoleskan malam yang sudah dipanaskan di kompor ke kain yang dipegangnya.           Sebanyak 10 santri duduk melingkar di satu kompor dan tungku berisi malam. Gelak tawa pun mewarnai proses membatik yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00 itu.

Ibu Pembuang Bayi Dirawat di RS karena Pendarahan

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Pemeriksaan kasus pembuangan bayi dan janin di Desa Gedangsewu, Pare; dan Desa Bulupasar, Pagu; harus dijeda sebentar. Pasalnya, TW, 23; dan AW, 20; dua ibu pelaku pembuangan bayi dan janin masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara. Keduanya mengeluhkan nyeri perut dan perdarahan.             Kasatreskrim Polres Kediri AKP Angga Riatma melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Yudi Hermawan mengatakan, TW yang merupakan ibu dari bayi yang dikubur di Desa Gedangsewu, Pare memang langsung bekerja usai melahirkan. Namun, setelah diperiksa baru diketahui jika dia membutuhkan penanganan medis.

Sudrun Bangkrut, Keluargane Mawut

Yen ada pepatah uang tidak bisa membeli kebahagiaan, iku tidak berlaku kanggo rumah tangga Yu Minthul dan Sudrun. Sebab, ketika jatuh miskin rumah tangga mereka langsung berada di ambang kehancuran. Piye maneh. Duwit pancen ora dadi jaminan bisa menghadirkan kebahagiaan. Tetapi, tanpa uang yang jelas akan kelimpungan. Apa maneh Yu Minthul hobi belanja. Aneka fashion dan aksesori yang disukainya yang jelas tidak murah. Apalagi, dia tergolong orang yang suka mengikuti tren.

Dikira Meninggal di KM Virgo, Kelurga Irwan Sudah Solat Jenazah

Hampir empat minggu berlalu, peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Virgo Transport 8 pada 13 September silam seolah masih membayangi Irwan Mujiono. Betapa tidak, musibah itu nyaris merenggut nyawanya. Pun memisahkan dia dengan teman yang hingga sekarang belum ditemukan. ASAD M.S., Kabupaten JP Radar Kediri “Teriakan toloong…toloong! Itu seperti masih terngiang-ngiang di telinga saya,” kenang Irwan Mujiono, ditemui di rumahnya, RT 2, RW 2 Desa Sumberejo Kandat, kemarin (8/10). Rentetan peristiwa yang mencekam pada Minggu (13/9) dini hari itu juga masih tergambar jelas di benaknya.           Tak hanya teriakan minta tolong para penumpang saja. Gaduh suara kapal yang mulai bergoyang hebat di malam buta itu seolah juga masih bisa jelas didengarnya. “Sampai sekarang ini saya masih sering terbangun pukul 01.00. Rasanya seperti kembali ada di KM Virgo,” lanjut Irwan menggambarkan trauma yang dialaminya.           Musibah yang terjadi di perairan Kalimantan itu ibarat mimpi buruk, yang bahkan kalau bisa, tidak ingin diingat oleh Irwan lagi. Betapa tidak, sekitar pukul 01.00 pada 13 September lalu dia sedang terlelap di kamar sopir. Tidak ada alarm atau tanda, tiba-tiba saja kapal miring.

Museum Sri Aji Jay juga akan Memiliki Unsur Imersif, Di Antaranya, bioskop Tiga Dimensi

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengecek progres pembangunan Museum Sri Aji Jayabaya, Rabu (9/10) petang. Selain fasad luar yang sekarang dalam proses pengerjaan, Dhito juga mengecek  penataan artefak di bagian dalam museum. "Untuk saat ini belum ada komentar karena (pembangunannya) belum beres," kata Dhito singkat tentang hasil peninjauan.           Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, kedatangan Dhito ke museum kemarin untuk mengecek penataan ulang alur museum. "Kemarin kan Mas Bupati (Dhito) menyoroti alur yang sebelumnya terlalu memutar dan berpotensi memicu kerumunan. Sekarang flow-nya sudah kami tata ulang," ujar Mustika.

Belajar dari Ferrari

Marketing On Wednesday #264 By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner  Bagi ...

Rotiboy Vs Roti ‘O

Marketing On Wednesday #263 By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner Dulu, ...

Menyoal Kepuasan Pelanggan

Ketika mengisi acara rutin, ngobrol tentang marketing di MFM Radio kemarin, saya membahas tentang kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Di antara yang saya bahas adalah tentang anomali kepuasan pelanggan. Sadar atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika sedang membeli barang atau jasa, kita mengalami anomali kepuasan pelanggan.  Misalnya, kita puas dengan sebuah produk merek tertentu yang kita beli. Tapi, ketika harus beli produk itu lagi, kita memilih produk sejenis tapi dari merek lain (kompetitor produk sebelumnya). Ini menunjukkan satu relasi yang anomali, bahwa  pelanggan yang puas, belum tentu loyal.