6 Napi Leluasa Pesta Sabu, Temukan 26 Poket SS, Hasil Tes Urine Positif - Tiga Kapolres dan Ratusan Polisi Razia Lapas

KOTA, JP Radar Kediri-Meski Lapas Kelas II A Kediri berkali-kali menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu (SS), agaknya masih banyak yang berhasil lolos. Dalam sidak gabungan yang dipimpin oleh tiga kepala polres (kapolres) dan Polda Jatim itu, tim berhasil mengamankan puluhan poket sabu. Enam narapidana (napi) juga dinyatakan positif mengonsumsi sabu.

          Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, razia digelar Sabtu (31/10) hingga Minggu (1/11) dini hari kemarin. Ratusan personel polisi dari Polres Kediri Kota, Polres Kediri, Polres Tulungagung, dan Ditresnarkoba Polda Jatim melakukan razia ke seluruh sel didampingi petugas pengamanan internal lapas.

          Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, dan Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi memimpin langsung razia tersebut. Begitu memasuki area lapas, ratusan personel itu langsung memeriksa tiap sel napi.

Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif mengatakan, pemeriksaan tidak hanya menyasar barang-barang di kamar hunian. Melainkan juga memeriksa sepuluh napi yang terindikasi menggunakan narkoba. Dari hasil tes urine, enam di antaranya dinyatakan positif menggunakan sabu-sabu. "Kami melakukan razia gabungan bersama Polres Tulungagung serta Polres Kediri Kota,” kata Latif.

raia narkoba

Setelah menyisir seluruh sel napi, tim gabungan menemukan 26 poket SS yang disimpan di sejumlah tempat. Di antaranya, disembunyikan di bungkus minuman merk Kuku Bima. Ada pula yang menyimpanya di sarung, di topi, lipatan jelana jeans, dan tempat-tempat tak terduga lainnya.

Selain barang yang terkait dengan narkoba, polisi juga mengamankan satu unit telepon seluler, dua buku berisi nomor telepon, sembilan korek api, topi, selimut, dan barang-barang lainnya.

Latif memastikan, seluruh temuan itu akan jadi bahan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil razia di Lapas Kelas II A Kediri, terang Latif, menjadi perhatian serius kepolisian. "Tidak boleh ada ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba,” tandasnya.

Usai melakukan razia kemarin, menurut Latif polres berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jawa Timur. Mereka akan mendalami hasil tes urine serta barang-barang yang ditemukan dalam pemeriksaan.

          Terpisah, Kepala Lapas Kelas II A Kediri Gatot Tri Rahardjo juga membenarkan hasil temuan razia gabungan dini hari kemarin. Menurutnya, petugas menggeledah seluruh barang milik napi secara mendetail. Mulai dari almari, kasur, selimut, kloset kamar mandi, hingga jemuran pakaian.

          Selain mengamankan 26 poket sabu, menurut Gatot tim gabungan juga menemukan satu paket pil double L, tiga butir pil yang terselip di dalam selimut, serta satu unit alat isap (bong).

 

“(Sabu) disembunyikan di selipan celana jeans dan topi di jemuran. Di antaranya juga disimpan di  kemasan suplemen,“ lanjutnya mengaku tidak tahu pasti berat sabu-sabu yang diamankan polisi.

          Ditanya terkait enam napi yang dinyatakan positif mengonsumsi sabu-sabu, Gatot menyebut mereka memang terindikasi memakai. Adapun berapa lama mereka mengonsumsi sabu, hal tersebut masih dalam pendalaman.

          Gatot menegaskan, lapas akan terus memberantas praktik-praktik yang terlarang di lapas. Dia mengaku tidak akan menoleransi pelaku penyalahgunaan narkoba maupun praktik peredaran narkoba di lapas.

“Semoga kegiatan tersebut (razia besar) dapat menjadi syok terapi atau membuat WBP yang masih nakal berpikir dua kali kalau akan melakukan pelanggaran selama menjalani masa proses pembinaan di dalam Lapas,” tandas pria asal Kota Batu itu.

          Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto enggan memberi penjelasan tentang razia yang dilakukan dini hari kemarin. Alasannya, Polres Kediri Kota hanya mem-back up saja. “Kami (Polres Kediri Kota) hanya back up saja,” tandasnya. (sad/la/ut)

 

 

Press ESC to close