Bidik Asrama GG untuk Transit CJH, Matangkan Embarkasi Haji, Kemenhaj Survei Lokasi

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan persiapan operasional penerbangan haji melalui Bandara Dhoho, tahun depan. Terutama kesiapan akomodasi untuk lebih dari 10 ribu calon jemaah haji (CJH) yang akan berangkat lewat Kediri.

            Salah satu perhatian tim yang kemarin melakukan rapat koordinasi di Pemkab Kediri, adalah asrama untuk transit CJH. Salah satu alternatif lokasi transit yang dikaji adalah asrama karyawan PT Gudang Garam Tbk (GG).

Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah Abdul Haris mengatakan, proses adminstrasi penyelenggaraan haji melalui Embarkasi Dhoho terus berjalan. Termasuk surat keputusan (SK) Menteri Haji dan Umrah tentang penetapan embarkasi, penetapan kelompok terbang (kloter), hingga jumlah jemaah yang akan diberangkatkan yang sudah selesai.

“Proses administrasi sudah clear. Termasuk surat keputusan Menteri Haji dan Umrah tentang penetapan embarkasi,” ungkapnya.

Saat ini, proses yang sedang berjalan adalah pengurusan izin slot penerbangan kepada otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA). Selebihnya, Kemenhaj sudah melakukan asesmen kesiapan Bandara Dhoho bersama tim Saudi Airlines dan sejumlah pemangku kepentingan. Termasuk unsur imigrasi serta otoritas bandara.

Berdasar hasil asesmen tersebut, menurut pria yang akrab disapa Haris itu, tidak ada persoalan berarti dari sisi kesiapan penerbangan. Karenanya, perhatian Kemenhaj selanjutnya adalah pada fasilitas akomodasi yang dapat menunjang pelayanan jemaah selama proses keberangkatan.

Semula, pemerintah merencanakan penggunaan hotel sebagai tempat transit. Namun, hasil survei menunjukkan belum ada hotel di Kediri yang memenuhi kebutuhan kapasitas kamar yang cukup. Terutama untuk menampung satu kloter, serta petugas pendamping dan PPIH embarkasi yang bertugas memberi pelayanan kepada jemaah.

Dengan hasil tersebut, tim bersama Pemkab Kediri melakukan survei untuk mencari alternatif tempat akomodasi. Salah satu lokasi yang ditinjau adalah asrama karyawan (GG) di Jl Tunggul Wulung, Desa Karangrejo, Ngasem.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, tak hanya dilengkapi kamar-kamar yang luas. Di kompleks asrama tersebut juga dilengkapi masjid yang bisa digunakan untuk CJH.

“Ini (22/10) kami melihat fasilitas yang ada di mes karyawan Gudang Garam. Nah, nanti keputusannya seperti apa akan kami sampaikan lebih lanjut melalui koordinasi dengan pimpinan,” jelas Haris usai meninjau asrama karyawan GG kemarin.

Dari hasil visitasi sementara, menurut Haris asrama tersebut berpotensi digunakan sebagai tempat akomodasi jemaah. Tim telah memeriksa jumlah kamar dan mengukur luas ruangan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kapasitas penghuninya.

Selain kamar, pemeriksaan juga mencakup fasilitas masjid, aula, dapur, dan musala. Berdasar asesmen awal, fasilitas yang tersedia dinilai memungkinkan untuk menunjang pelayanan jemaah. Meski masih terdapat sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti.

Di antaranya terkait dengan optimalisasi dan perbaikan fasilitas. Dalam visitasi kemarin, Haris menyebut pihak GG juga sudah menyanggupi pembenahan yang dibutuhkan. “Ini sebenarnya tidak terlalu berat dan sudah disanggupi oleh pihak asrama. Ini mempersiapkan untuk melakukan perbaikan, optimalisasi maupun revitalisasi asrama ini untuk jemaah,” jelasnya.

            Seperti sebelumnya, Haris menyebut operasional Embarkasi Dhoho akan bisa mendekatkan tempat tinggal jemaah dengan lokasi operasional layanan haji. Dengan demikian, proses pelayanan sebelum keberangkatan bisa lebih efektif.

Terpisah, Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDhI) Maksin Arisandi mengatakan, persiapan Embarkasi Dhoho mencakup dua aspek utama. Yakni kesiapan bandara dan akomodasi jemaah.

Dari sisi bandara, pihaknya telah melakukan verifikasi untuk memastikan fasilitas mampu melayani pesawat berbadan lebar. Jika masih terdapat kekurangan kecil, hal tersebut akan ditindaklanjuti agar tidak menghambat operasional penerbangan.

“Bandara Insyaallah sudah clear. Kita sudah verifikasi, siap untuk penerbangan pesawat berbadan lebar atau wide body. Kalaupun ada nanti yang kurang-kurang dikit, Insyaallah bisa kita penuhi itu. Harusnya enggak ada yang kritikal di sana,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dari sisi akomodasi, ungkap Maksin, asrama karyawan Gudang Garam menjadi alternatif yang memungkinkan setelah mempertimbangkan kapasitas hotel di Kediri. Menurutnya, belum ada hotel yang representatif untuk menampung satu kloter secara ideal.

Karenanya, asrama karyawan dipertimbangkan untuk mendukung pelayanan haji tahun 2027. Meski demikian, fasilitasnya tetap perlu disesuaikan dengan persyaratan yang ditetapkan Kementerian Haji dan Umrah.

Terkait pembenahan yang akan dilakukan, salah satunya adalah aula untuk penerimaan kedatangan dan pembekalan jemaah. Kemudian, musala dan fasilitas lain yang dibutuhkan untuk transit.

“Untuk memenuhi requirement atau persyaratan yang dibutuhkan dari Kementerian Haji, Insyaallah kita juga akan melakukan pembenahan-pembenahan yang dibutuhkan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Moh Solikin menambahkan, pemerintah daerah mendukung penuh persiapan operasional Embarkasi Dhoho. Dukungan tersebut diberikan sejak tahap awal persiapan hingga proses pemberangkatan jemaah.

“Pemerintah Kabupaten Kediri mendukung penuh. Harapannya pelaksanaan penerbangan haji di Bandara Dhoho bisa berjalan dengan baik,” tegasnya. (sad/ut)

 

Press ESC to close