Memang laki-laki kuwi akan diuji dengan tiga hal. Yaitu harta, tahta, dan wanita. Siapa yang kuat imannya pasti tidak akan tergoda di poin ketiga. Namun yen lemah, sudah dipastikan akan terjerumus dan apesnya bisa kehilangan semua yang dimiliki.
Ini kisah Kang Dalbo dan Yu Minthul. Pasangan suami istri yang tinggal di Kecamatan Kota, Kota Kediri. Rumah tangganya yang dibangun selama 10 tahun harus hancur karena orang ke tiga.
“Aku ngancani jaman deweke sek merintis. Belum sukses seperti sekarang ini,” ujar Yu Minthul.
Ya, dulunya Kang Dalbo laki-laki yang sangat sederhana. Derajatnya di angkat ketika menikah dengan Yu Minthul. Karena saat itu Yu Minthul sudah punya segalanya. Terlahir dari keluarga harmonis dan serba berkecukupan.
Sementara Kang Dalbo dulunya hanya karyawan di perusahaan milik keluarga Yu Minthul. Namun setelah menikah dengan Yu Minthul, Kang Dalbo diberi amanah untuk mengelola salah satu perusahaan yang ada di luar kota.
“Kang Dalbo iki karyawan sing cedak lan dipercaya ayahku. Makane dijodohne karo aku,” imbuhnya,
Mereka pun bertemu tanpa sengaja. Kang Dalbo pun yang awalnya jatuh cinta dengan Yu Minthul. Deweke melihat bojone kuwi wes ayu tur pinter golek duwit.
Singkat cerita, Yu Minthul pun menemani proses perjuangan Kang Dalbo merintis pekerjaannya kuwi. Mulai dari pemberkasan hingga pelatihan-pelatihan. Perjuangan yang dilakukan pun membuahkan hasil. Kang Dalbo dinyatakan layak untuk mengelola perusahaan keluarga.
Sepuluh tahun pernikahan, tak ada yang aneh. Semua berjalan sebagaimana mestinya. Kang Dalbo yang fokus dengan pekerjaannya. Sementara Yu Minthul fokus sebagai ibu rumah tangga.
“Bojoku digoda sekretarisku dewe. Mergo sering ngancani tugas di luar kota,” gerutu Yu Minthul.
Mengetahui fakta tersebut, Yu Minthul berusaha sabar. Mengingat dia sudah memiliki tiga anak. Namun ada momen yang membuatnya marah besar. Yaitu nalika bojone ketahuan check in dengan bawahannya. Harga dirinya merasa dijatuhkan.
“Tak jaluki penjelasan bukane minta maaf, bojoku justru balik nesu. Pancene ora tau diri. Ora kelingan sopo sing gawe deweke iso di titik iki,” omel Yu Minthul.
Yu Minthul pun memilih pulang ke rumah orang tuanya. Dia kecewa dengan laki-laki yang telah dipercaya menjadi suaminya saat ini. Bagaimana tidak, ketika merintis dikancani, eh, wayah sukses tergoda perempuan lain.
Yu Minthul pun merasa kesal dengan bojone. Wes diangkat derajate malah kakean polah. Pancene wong lanang ora iso bersyukur. “Yen aku wes ora iso ngapurani mending tak pergi wae,” pungkasnya. (la/fud)
Mahfud