KABUPATEN, JP Radar Kediri-Nahas menimpa Mawar, 15. Gadis asal salah satu desa di Kecamatan Gurah itu dicekoki miras oleh tiga temannya sesama anggota perguruan silat. Tak cukup di situ, dalam kondisi setengah sadar dia diperkosa oleh tiga pelaku secara bergilir.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, peristiwa memilukan itu terjadi akhir Agustus lalu. Saat itu, Mawar sedang bermain dengan Sab, teman perempuannya. Setelah bertemu, Sab mengajak Mawar untuk ke rumah Bas, teman laki-laki mereka di Kecamatan Gurah.
Rupanya, di rumah Bas ada 10 pemuda. Termasuk di antaranya Dir, 18; Kek, 20; dan Mar, 21; sesama anggota perguruan silat. “Awalnya diajak ngobrol biasa lalu ditawari minum (miras),” ungkap Mawar.
Mendapat tawaran miras dari Dir, Mawar dan Sab langsung menolaknya. Namun, Dir langsung memaksanya. Dia juga mengancam Mawar akan memberi tahu kepada pelatih kalau dia menolak minum miras. “Saya diancam. Ketakutan. Akhirnya ikut minum,” lanjut Mawar.
Menenggak segelas miras, Mawar mengaku masih belum mabuk. Hal itu agaknya membuat Dir tak puas. Dia pun meminta Mawar untuk minum satu gelas miras lagi. Dampaknya, siswa kelas III SMP di Kabupaten Kediri itu
mulai kehilangan kesadaran.
Dalam kondisi teler, Mawar masih diminta minum satu gelas miras lagi. Dalam kondisi tidak berdaya dan setengah sadar, dia dibawa masuk ke dalam kamar dan diperkosa. “Habis itu (dalam kondisi pingsan) katanya Sab Red) aku dibawa ke kamar sama si Mar, terus digituin (diperkosa),” terang Mawar.
Setelah Mar selesai memerkosa Mawar, giliran Dir yang melakukan hal serupa. Tidak berhenti di situ, dalam kondisi tidak sadar, Mawar dibawa ke rumah Mar yang juga ada di Kecamatan Gurah oleh Kek. Di sana, ganti Kek yang memerkosa Mawar.
Jika Mawar diperkosa hingga tiga kali, Sab yang saat kejadian hendak diperkosa oleh Dir selamat. Sebab, dia mengaku sedang haid.

Sementara itu, setelah diperkosa tiga kali oleh pemuda yang berbeda, Mawar dipulangkan oleh Kek. Namun, mereka tidak diantar sampai ke rumah. Melainkan diturunkan di tengah jalan dan diminta pulang berboncengan dengan Sab.
Meski merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya, Mawar tidak berani mengadukan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Dia baru berbicara keesokan harinya setelah ditemani oleh Sab. Orang tua Mawar lantas melapor ke Mapolsek Gurah akhir Agustus lalu.
Namun, hingga pertengahan Oktober ini kasus belum kunjung ada perkembangan. Mereka lantas meminta pendampingan kepada Yakuza Maneges. "Jadi aksinya terjadi di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda," kata Ilham Adam Permana, tim Hukum Yakuza Maneges.
Menurut Ilham, sebelumnya keluarga Mawar juga sudah melampirkan hasil visum sebagai bukti pendukung. Setelah menerima laporan dari korban pada Minggu (18/10) Ilham dan tim mendatangi rumah para terlapor.
Selanjutnya, mereka menyerahkan Kek dan Dir ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri pada Senin (19/10) dini hari kemarin.
"Kedua pelaku sudah diperiksa berikut dengan satu orang saksi. Korban juga kami ajak ke Polres Kediri untuk dimintai keterangan," tutur Ilham.
Jika Kek dan Dir sudah diamankan, Mar berhasil lolos. Hingga kemarin pemuda yang juga tinggal di Kecamatan Gurah itu masih menjadi buruan polisi.
Terpisah, Kapolsek Gurah AKP Dwi Widodo membenarkan kasus pemerkosaan oleh tiga pelaku tersebut. “Perkaranya kami limpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Kediri. Penyelidikan dilanjutkan oleh PPA,” jelas Dwi.
Sayang, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Angga Riatma belum bisa dikonfirmasi terkait progres kasus pemerkosaan tersebut. Saat dihubungi melalui WhatsApp, belum merespons. (sad/ut)
Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi