KABUPATEN, JP Radar Kediri–Lereng gunung Wilis kembali terbakar. Jika biasanya menghanguskan kawasan hutan, kali ini lima hektare kebun warga di Dusun Gethuk, Desa Pagung, Kecamatan Semen, yang dilalap si jago merah hingga dini hari kemarin.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, kebakaran mulai terjadi pukul 13.30, Rabu (21/10) lalu. Api melahap aneka tegakan pohon dan tanaman di kebun warga hingga dini hari kemarin (22/10). “BPBD baru mendapat laporan pukul 20.30 dan kami langsung ke lokasi,” ungkap Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Ariyanto.
BPBD, lanjut Ariyanto, melibatkan kepala desa, kepala dusun, bhabinkamtibmas, dan warga setempat dalam pemadaman. Api berhasil dikendalikan pukul 23.30 dan padam pada dini hari. Petugas, jelas Ariyanto, memadamkan api secara manual. Yakni, dengan memukul api menggunakan dedaunan atau dengan cara digepyok.
Proses pemadaman, tutur Ariyanto, sempat terhambat kondisi medan yang sulit. Mobil pemadam kebakaran hanya bisa menjangkau lokasi sekitar 2-3 kilomater dari area terdampak.
Selebihnya, petugas dan warga harus berjalan kaki menaiki bukit untuk memadamkan api. ”Aksesnya (untuk menjangkau lokasi kebakaran) agak kesulitan,” sambung Kepala Desa Pagung Supriyadi.
Berdasar pendataan warga, kebakaran tidak hanya menghanguskan tegakan pohon saja. Melainkan tanaman di kebun warga juga tak terselamatkan. Mulai pohon cengkih, alpukat, dan durian yang tumbuh subur di sana.
Terkait penyebab kebakaran, menurut Supriyadi pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Dia menduga api berasal dari aktivitas pembakaran sampah, pembersihan lahan, maupun puntung rokok yang dibuang sembarangan. ”Bisa jadi juga karena puntung rokok,” lanjutnya.
Seperti diberitakan, kebakaran di lereng Gunung Wilis ini bukan yang pertama. Sebelumnya, lereng Gunung Wilis dan lereng Gunung Klotok beberapa kali terbakar. Merespons hal tersebut, Ariyanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat beraktivitas di kawasan lahan kering dan lereng gunung.
Warga diminta tidak menyalakan api sembarangan yang bisa memicu kebakaran lahan. Selain itu, masyarakat yang melihat titik api di kawasan hutan maupun perkebunan diharapkan segera melapor kepada petugas. Sehingga penanganan bisa dilakukan secepatnya. “Jangan bakar sampah sembarangan karena risiko merambat dan membesar,” warning Ariyanto. (sad/ut)
Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi