MUI Minta Usut Aktor Intelektual Karhutla dan Desak Jadi Bencana Nasional

KOTA, JP Radar Kediri–Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang makin parah sejak Juli lalu. Ketua Umum MUI Muhammad Anwar Iskandar mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Tidak hanya itu, dia juga meminta aparat tegas mengusut aktor intelektual biang kebakaran.

          “Dampaknya sudah sangat luas, maka pemerintah perlu menetapkan (karhutla) sebagai bencana nasional. Toh,  bantuan luar negeri sudah dibuka,” ungkap pria yang akrab disapa Gus War itu setelah berdiskusi dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono (19/10).

          Tak hanya menetapkan status karhutla sebagai bencana nasional, menurut Gus War Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga harus melakukan penanganan lebih intensif, masif dan kuat. “Yang ketiga, jangan lupa mengusut aktor intelektual (bencana kebakaran hutan),” tegasnya.

          Melihat luasnya hutan yang terbakar dan tak kunjung tertangani, Gus War sangsi jika  hal tersebut terjadi secara natural. Dia menengarai ada kesengajaan dari kelompok tertentu. “Bisa jadi itu pengusaha apa. Tidak mudah membakar segini luas (hutan) kalau tidak ada aktor intelektual yang paham tentang dunia hutan," lanjutnya.

Sebagai bentuk kepedulian moral dan spiritual, menurut Gus War MUI sedang mematangkan konsep tausiah khusus bagi para pejabat, Presiden, hingga masyarakat luas.

“Tausiah itu berisi ajakan untuk melakukan instrospeksi diri atas musibah yang terjadi. Jangan-jangan karena kesalahan kita. Serta seruan untuk memperbanyak istighfar dan melaksanakan salat meminta hujan (istisqa),” tandasnya.

          Untuk diketahui, Gus War yang belakangan lebih banyak beraktivitas di Jakarta, kemarin menemui Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. Sayang, orang nomor satu di Polda Jatim itu menolak memberi pernyataan kepada wartawan. Usai melakukan pertemuan secara tertutup dengan Gus War, dia langsung meninggalkan Ponpes Al Amien Ngasinan.

          Terkait pertemuannya dengan pemimpin Polda Jatim yang baru itu, Gus war menyebut Dekananto datang untuk bersilaturahmi. “Intinya ini (kapolda) melaksanakan perintah dan program dari Kapolri agar kapolda dan jajarannya membangun silaturahmi dengan para ulama dan pemangku pondok pesantren,” tutur Gus War.

          Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, Dekananto tidak hanya berkunjung ke Ponpes Al Amien saja. Melainkan juga berkunjung ke Ponpes Lirboyo, makam Mbah Wasil, dan ke Ponpes Ploso, Mojo. (la/ut)

 

.

Sri Utami

Editor

Press ESC to close