Perampok Emas Sekap Korban, Kabur, Kejar-Kejaran, dan Tersungkur Ditabrak Mobil Korban

KOTA, JP Radar Kediri-Perampokan dengan modus jual beli emas di Perumahan Mojoroto Indah, Kota Kediri sudah disiapkan secara matang oleh pelaku. Kedua pria asal Bangkalan, Madura yang merampas emas senilai ratusan juta itu sengaja menyewa rumah. Mereka memodifikasi sedemikian rupa untuk bisa menyekap korban yang merupakan warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri.

          Jo, 30, salah satu warga yang tinggal tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, Mat Nazar, 49, dan Moh. Ali, 51, asal Kabupaten Bangkalan, Madura sengaja menyewa rumah di Blok A No. 17, Perumahan Mojoroto Indah Kota Kediri untuk bertemu dengan korban. “Pelaku sudah membayar uang muka (DP) sewa rumah,” kata Jo ditemui di lokasi kejadian pada Selasa (13/10).

          Tak hanya membayar uang muka, pelaku juga minta izin merevonasi minor rumah. Termasuk mengganti semua kunci rumah, mengganti gembok pagar, dan memaku semua jendela agar tak bisa dibuka.

          Semua siasat itu dilakukan untuk memudahkan aksi kejahatannya. “Setelah semua dirasa aman, pelaku kemudian membuat janji temu untuk membeli emas di rumah tersebut.  Saat transaksi emas berlangsung, penjual emas Antam dikunci dari luar rumah,” lanjutnya.

Untuk diketahui, aksi perampokan dengan modus cash on delivery (COD) terjadi sekitar pukul 16.00 Senin (12/10). Kejadian tersebut berawal dari pesanan emas dari seorang perempuan bernama Yuni lewat WhatsApp sekitar pukul 09.00 (12/10).

Perempuan yang kini sedang jadi buruan Polres Kediri Kota itu sepakat membeli emas batangan 95 gram seharga Rp 250,9 juta. Mereka sepakat bertemu di rumah yang dikontrak oleh pelaku.

Saat tiba di rumah yang dimaksud, Karina Lorenz, 33, pemilik emas, masuk ke dalam rumah. Adapun M. Fanni Satya Nugroho, 34, suaminya, menunggu di dalam mobil. Di dalam rumah Karina langsung menunjukkan emas 95 gram yang terdiri dari enam keping.

Dia pun langsung membuat nota sebelum menerima uang Rp 250,9 juta yang disepakati. Rupanya, setelah melihat emas batangan itu, Nazar dan Ali langsung merampasnya.

“Korban dikunci di dalam rumah sendirian. Kemudian (korban, Red) berteriak dan menghubungi suaminya yang masih berada di dalam mobil,” terang Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto.

Melihat ada dua pria mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna biru dengan kencang, Fanni langsung tancap gas mengejar mereka ke arah timur. Sesampainya di perempatan, dia menambah kecepatannya hingga menabrak motor yang dikendarai pria asal Desa Pekadan, Galis, Bangkalan, Madura itu.

Aksi dramatis tersebut langsung jadi perhatian warga. Mereka langsung ikut mengamankan pelaku setelah mendengar penjelasan Fanni. “Saat digeledah emas ditemukan di saku celana pelaku,” lanjut perwira dengan pangkat satu melati di pundak itu.

Akibat kejadian tersebut, Nasar dan Ali mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya karena terjatuh. Dua pria yang juga sempat dipukuli warga itu kini masih dirawat di RS Bhayangkara Kediri. “Pelaku masih observasi di RS (rumah sakit, Red). Belum bisa kami mintai keterangan,” tandas Rudi.

          Selain bersiap memeriksa Nasar dan Ali, Polres Kediri Kota juga sedang memburu perempuan yang mengaku bernama Yuni. Perempuan yang keberadaannya belum diketahui itu menjadi awal terjadinya kasus perampokan tersebut. “(Sampai saat ini Yuni, Red) masih dalam pencarian,” imbuh Rudi. (la/ut)

 

.

Sri Utami

Editor

Press ESC to close