KOTA, JP Radar Kediri–Teka-teki penyebab kematian Yol, 15, remaja asal Desa/Kecamatan Kandat yang sejak awal sudah tidak wajar, akhirnya terkuak. Gadis yang saat ditemukan mulutnya berbusa itu diduga kuat meninggal akibat diracun potas yang dicampur dengan miras. Pelakunya tak lain adalah MF, 19, mantan pacarnya. Dia tega menghabisi gadis yang dicintainya itu karena menolak diajak pacaran kembali.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, MF ditangkap sekitar pukul 17.30 Kamis (22/2) sore lalu. Dia tak berkutik saat tim Polres Kediri Kota mendatangi rumahnya di Desa Joho, Wates. “Kemarin (22/2) sore memang sempat dengar kabar sruwing-sruwing. Ramainya baru hari ini (kemarin, Red),” kata Sa, salah satu tetangga tentang penangkapan MF kepada koran ini.
Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama yang dikonfirmasi tentang penangkapan MF, membenarkannya. “Semalam (Kamis 22/2) diamankan,” kata Indra ditemui koran ini kemarin siang (23/2).
Sumber lain koran ini di Polres Kediri Kota menjelaskan, keterlibatan MF sebagai terduga pelaku pembunuhan terhadap Yol terungkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan. Di antaranya, memeriksa para saksi mulai dari keluarga, teman, hingga penghuni tempat kos.
Rupanya, ada salah satu saksi yang melihat MF datang ke kamar Yol pada Minggu (18/2) siang. Dia baru keluar dari kamar kos Yol pada Minggu sore. “Selain dia (MF, Red) tidak ada lagi tamu yang datang ke kamar (Yol, Red) sampai mayat ditemukan (20/2),” kata sumber koran ini.
Di dalam kamar MF diduga mengajak Yol minum miras vodka. Agar Yol tak curiga, MF meminta mantan pacarnya itu membeli makanan ringan untuk teman pesta miras.
Saat Yol keluar itulah, MF mencampur miras dengan potas yang sudah dibeli di toko pertanian Desa Joho, Wates pada Kamis (22/2) pagi. Miras dicampur potas menggunakan botol air mineral sebelum dituang kembali ke botol Vodka.
Tanpa gerak-gerik mencurigakan, MF meminta Yol untuk minum miras bergantian. Gelas pertama langsung ditenggak oleh Yol. Kemudian gelas kedua giliran MF. “Tapi dia (MF, Red) tidak menelan miras itu. Dia memuntahkan dengan membuang di keset di belakangnya,” lanjut sumber yang mendapat cerita terkait proses penyidikan itu.
Selang beberapa menit kemudian, Yol yang sudah meminum miras bercampur potas mengeluhkan sakit perut. Dia langsung masuk ke kamar mandi. Sedangkan MF menunggu di luar.
Setelah memastikan tidak ada aktivitas di kamar mandi, MF langsung masuk ke dalam. Dia lantas menyeret mayat Yol dan membawanya ke tempat tidur.
Seluruh rentetan kejadian itu, menurut sumber koran ini sudah diakui oleh MF. “Dia mengaku sakit hati dan cemburu melihat korban memiliki pacar lagi. Akhirnya tebersit niat membunuh agar korban tidak dimiliki lelaki lain,” bebernya.
Sementara itu, Nova yang dikonfirmasi terkait keterlibatan MF dalam kematian Yol belum memberikan penjelasan secara gamblang. Dia beralasan masih menunggu keterangan lebih lanjut dari dokter forensik. “Statusnya masih saksi (belum ditetapkan sebagai tersangka, Red),” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.
Terkait kematian Nova akibat minum potas yang dicampur miras, lagi-lagi perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini juga belum memerincinya.
“Setelah kami pastikan (penyebab kematian, Red) baru bisa disimpulkan (penyebabnya, Red),” jelas Nova.
Seperti diberitakan, mayat Yol ditemukan Selasa (20/2) siang. Di dekat mayat polisi menemukan satu botol miras jenis Vodka yang sudah kosong. Di sana juga ditemukan dua strip bungkus obat warna silver yang sudah kosong. Temuan tersebut sempat memunculkan dugaan Yol meninggal karena overdosis miras dan obat. (em/ut)
Emilia Susanti