Cerita di Balik Ngunduh Mantu Gus Kautsar, Pasrahkan Pilihan kepada Kiai

Acara ngunduh mantu Gus Muhammad Abdurrahman Al Kautsar pada Rabu (17/1) malam lalu menyedot perhatian luas masyarakat. Pernikahan Ning Chasna Naylufer dengan Gus Agus Sunny Dinu Muhammad itu memenuhi linimasa media sosial. Di balik kemeriahan yang tergambar, ternyata perjodohan pasangan itu baru digagas tiga bulan sebelumnya.

ASAD M.S, Kabupaten, JP Radar Kediri

Air mata Gus Kautsar tumpah. Dia tidak bisa lagi menahan haru saat memeluk dan mencium putrinya pada resepsi pernikahan Rabu (17/1) malam lalu. Pria yang terbiasa menyelipkan guyonan-guyonan saat mengaji itu tak bisa lagi menutupi kesedihannya. Sebab, acara resepsi yang dihadiri oleh para tokoh nasional dan para kiai sepuh itu jadi simbol pelepasan putrinya yang sudah menikah.    

Mantu Gus Kautsar5

          Air mata juga membasahi pipi Ning Jazilah Annahdliyah, istri Gus Kautsar. Dia juga tak kuasa menahan haru saat mencium putri dan menantunya. Potongan video tentang prosesi pernikahan Ning Chasna Naylufer dengan Gus Agus Sunny Dinu Muhammad itu banyak beredar di media sosial. Ditonton oleh puluhan ribu warganet. 

          Mayoritas ikut merasakan haru atas pernikahan putri sulung Gus Kautsar itu. Mereka juga banyak mengirim doa akan kebahagiaan pasangan yang menikah di usia 18 tahun dan 25 tahun itu.

          Ditemui di rumahnya Jumat (19/1) malam lalu, Ning Jazil dan Gus Kautsar menceritakan panjang lebar kisah di balik pernikahan putri sulungnya itu. Termasuk tradisi perjodohan yang harus mereka jalani. “Tradisi perjodohan di pesantren itu hal biasa. Di pesantren memang diajarkan untuk manut dawuh kiai (Kiai Nurul Huda Jazuli, ayah Gus Kautsar, Red),” tutur Gus Kautsar.

Mantu Gus Kautsar3

          Seperti halnya pernikahan Ning Jazil dan Gus Kautsar yang dijodohkan, pernikahan Ning Chasna dan Gus Sunny juga buah perjodohan. Adalah Kiai Nurul Huda Jazuli yang menyatukan keduanya. “Apapun yang didawuhkan kiai pasti ada hikmahnya. Kalau mengenai bagaimana perasaannya, istri saya yang bisa menggambarkan,” lanjut Gus Kautsar tertawa renyah sambil melirik Ning Jazil di dekatnya. Seolah mengajak bernostalgia akan kesan mereka setelah menikah 20 tahun lalu.

          Meski sudah terbiasa dengan tradisi perjodohan di pesantren, tak ayal kabar tentang perjodohan Ning Chasna membuat pasangan muda ini terkejut. Sebab, perintahnya memang diterima mendadak.

"Sebenarnya dikatakan belum siap ya sudah siap. Dikatakan sudah siap ya belum siap karena memang semua ini tidak direncanakan," aku Ning Jazil. Perjodohan Ning Chasna dan Gus Sunny dimulai Oktober 2023 lalu.

Kala itu, Gus Kautsar dan Ning Jazil tengah dalam perjalanan pulang dari Garut, Jawa Barat. Tiba-tiba, mereka diberitahu Bu Nyai Nafisah, ibunda Gus Kautsar, untuk segera pulang. “Kiai ndawuhne Chasna. Katanya seperti itu. Dari situ sudah ada feeling (Ning Chasna akan dijodohkan, Red). Karena sedang di jalan jadi ya kaget," kenang ibu dua anak itu menceritakan kabar dari Bu Nyai Nafisah.

Setibanya di Ponpes Ploso, Ning Jazil dan Gus Kautsar tidak bisa langsung mengonfirmasi hal tersebut. Kondisi Kiai Nurul Huda Jazuli yang sedang sakit, tidak memungkinkan untuk langsung ditemui. Beberapa hari berselang, mereka baru diberitahu jika Ning Chasna dijodohkan dengan Gus Sunny, yang tak lain adalah putra Gus Fahim Rouyani, sepupu Gus Kautsar.

          Memiliki hubungan saudara, Gus Fahim dan Gus Kautsar memang sangat dekat.  "Sudah dikatakan bestie. Setiap ada pengajian berdua ini pasti bersama. Tapi nggak pernah sama sekali ada niat menjodohkan anak,” tutur Ning Jazil sambil tersenyum.

Mantu Gus Kautsar4

          Meski demikian, begitu Kiai Nurul Huda Jazuli sudah memutuskan, mereka tinggal menjalankan saja. Ning Jazil yakin, keputusan perjodohan itu berdasar banyak pertimbangan. “Jadi kami mantabkan (menerima, Red),” urainya.

          Meski bisa menerima dengan lapang hati perjodohan putrinya, kabar yang mendadak itu tetap saja membuat Ning Jazil syok. Dia takut jika Gus Sunny tidak bisa menerima perjodohan itu. Demikian pula putrinya. Hal tersebut membuat kondisi kesehatan putri pasangan Kiai Abdul Hamid Baidlowi dan Bu Nyai Jamilah Lasem itu drop selama lima hari.

          Kondisi Ning Jazil berangsur membaik setelah melihat Ning Chasna ternyata lebih tegar. Melihat tradisi pernikahan di pesantren, agaknya si sulung sudah menyiapkan hati. “Justru dia (Ning Chasna, Red) yang menghibur saya saat masih syok,” kenangnya lagi.

          Dari pembicaraan lebih lanjut, akhirnya diputuskan lamaran digelar pada 27 Oktober. Selanjutnya, persiapan pernikahan harus digelar dalam waktu yang mepet. Belum lagi, ada banyak agenda yang menyita waktu Ning Jazil dan Gus Kautsar. Di antaranya, pelaksanaan umrah yang sudah dijadwalkan sejak lama dan tidak bisa ditunda lagi.

Mantu Gus Kautsar2

          Meski waktunya terbatas, Ning Jazil bertekad membuat konsep pernikahan untuk putrinya itu. “Saya berpikir harus membuat konsep pernikahan yang membuat pengantinnya marem, kiai (Kiai Nurul Huda Jazuli, Red) juga suka, saya juga cocok. Memadukan itu,” bebernya tentang konsep pernikahan yang belakangan banyak menuai pujian itu.

          Ning Jazil bersyukur, selain dibantu oleh vendor-vendor, para santri Ponpes Al Falah Ploso juga ikut membantu. Perempuan berusia 36 tahun itu bersyukur karena pernikahan putrinya bisa berlangsung dengan lancar.

"Mengundang Denni Caknan itu juga untuk me-refreshing santri-santri. Agar mereka tidak pusing dengan pelajaran di pondok," ungkapnya berharap rumah tangga putrinya membawa keberkahan bagi semua. (ut)

 

Press ESC to close