Ngeri, Orok Dikubur di Samping Rumah, Polisi Buru Pelaku, Diduga Hasil Hubungan Gelap

JP Radar Kediri-Warga Dusun Pule Selatan, Desa Pule, Kecamatan Kandat kemarin pagi geger. Mereka bergerombol menyaksikan pembongkaran gundukan tanah di pekarangan Mujianto, 42, yang ternyata berisi orok. Hingga kemarin sore polisi masih memburu pelaku yang identitasnya dalam penyelidikan itu.

 Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, gundukan misterius itu ditemukan Mujianto sekitar pukul 06.30 kemarin. Saat itu, dia hendak berangkat ke sawah. “Saat saya mengeluarkan motor saya lihat ada gundukan tanah di samping rumah,” kata Mujianto menceritakan temuan gundukan tak bertuan di pekarangannya itu.

buang orok

 Meski curiga, dia tetap berangkat ke sawah. Dia baru mengobati rasa penasarannya sekitar pukul 09.00. Sepulang dari sawah dia langsung mendekat ke gundukan yang tanahnya masih basah alias baru itu. “Sebelumnya belum ada,” lanjut Mujianto yang terakhir kali melihat pekarangan samping rumahnya sekitar pukul 18.00 Senin (4/3).

 Saat itu, kondisi samping rumahnya masih bersih. Pun saat dia menutup warung bakda Maghrib. Saat itu dia juga belum melihat gundukan tanah di sana. Curiga, Mujianto memutuskan menggali gundukan mencurigakan itu dengan disaksikan Karmiasih, 50, istrinya.

   Baru tiga kali mencangkul, Mujianto sudah menemukan daster warna biru dongker bermotif merah muda, putih, dan kuning itu. Dia lantas mengangkat daster dan melanjutkan penggalian. Mujianto kian terkejut karena dia menemukan mori. “Pas diangkat baunya tidak enak,” terang Mujianto ditemui di rumahnya.

 Begitu kain mori dibuka, terlihat segumpal daging yang terlihat bagian kepalanya saja. Meski demikian, Mujianto belum menyadari jika gumpalan daging itu orok. “Awalnya saya kira bukan bayi. Ngiranya kaya santet atau apa gitu soalnya dibungkus kain mori,” paparnya.

Apakah dia sempat melihat aktivitas mencurigakan di pekarangannya pada Senin (4/3) malam? Mujianto menggeleng. Dia mengaku tidak tahu karena selepas Maghrib hingga pukul 22.00, dia tidak ada di rumah.

Setelah pulang, dia juga tidak  mendengar suara mencurigakan di dekat rumahnya. “Saat saya sama istri pergi urut, anak saya yang di rumah juga tidak mendengar sesuatu yang mencurigakan. Malam itu sempat COD (cash on delivery barang, Red) di depan rumah tapi juga nggak lihat ada apa-apa,” tandas Mujianto menduga penggalian dilakukan pada dini hari.

 Sementara itu, mendapati temuan tak wajar itu, Mujianto langsung melapor ke ketua RT. Diteruskan ke Kepala Desa Pule dan Polsek Kandat. Beberapa jam kemudian tim Inafis Polres Kediri dan bidan setempat melakukan pemeriksaan. Dari sana dipastikan jika gumpalan daging itu orok. Usianya sekitar 4-5 bulan.\

“Walau belum sempurna tapi sudah menyerupai bentuk janin. Diperkirakan umur 4-5 bulan,” kata Yayuk Widayati, bidan Desa Pule, Kandat sembari memperkirakan orok tersebut belum lama dikubur di sana.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama menegaskan, orok yang ditemukan di Desa Pule, Kandat kemarin diamankan di RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di antaranya, memeriksa jenis kelamin orok.

Terkait pelaku pembuangan orok, Fauzy menyebut hingga kemarin masih dilakukan penyelidikan. Polisi menurutnya menggali informasi terkait ibu hamil di sekitar tempat kejadian. Pun di desa yang sama. “Sementara ini masih belum ada gambaran pelaku ini orang mana,” tandasnya.

Pantauan koran ini sekitar pukul 15.00 kemarin, tim resmob dibantu bidan melakukan pelacakan ke sejumlah perempuan hamil di kandat. “Kalau laporan terkait adanya yang mencurigakan masih belum ada. Untuk ibu muda yang hamil sebenarnya ada. Namun saat dicek ya masih belum melahirkan,” sambung Yayuk terkait hasil pelacakan. (sad/ut)

 

Kronologi Orok Misterius:

-Sekitar pukul 06.30 Mujianto, 42, bersiap berangkat ke sawah, saat melewati samping rumahnya dia melihat gundukan tanah yang masih basah

-Sepulang dari sawah sekitar pukul 09.00, Mujianto langsung menggali gundukan tanah dengan disaksikan Karmiasih, 50, istrinya

-Baru tiga kali mengayunkan cangkul, dia mendapati daster berwarna biru dongker yang dikubur

-Semakin penasaran, Mujianto melanjutkan menggali hingga menemukan bungkusan kain mori berisi segumpal daging

-Setelah dilaporkan ke polisi dan diperiksa bidan, dipastikan gumpalan daging itu adalah orok bayi berusia 4-5 bulan

-Polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku pembuang orok

 

 

Press ESC to close