KABUPATEN, JP Radar Kediri – Persedikab Kabupaten Kediri akhirnya lolos dari lubang jarum. Mereka berhasil melangkah ke babak selanjutnya, babak 32 besar, dalam Liga 3 Nasional. Tambahan satu poin setelah menahan imbang PSIK Klaten sudah cukup bagi mereka menjadi salah satu wakil dari Grup O.
Tambahan satu poin tersebut membuat posisi Persedikab tak akan terkejar di dua besar. Dengan mengumpulkan delapan poin dari empat kali pertandingan. Posisi ini tak bisa dikejar oleh PSIK yang hanya finish di peringkat tiga dengan lima poin.
“Kami sudah lolos (ke 32 besar). Entah dengan status runner up atau juara grup,” ucap pelatih Persedikab Muslim Habibi lega.
Habibi memang layak bernapas lega. Selama 90 menit pertandingan di Stadion Canda Bhirawa kemarin siang, PSIK memberi perlawanan keras. Atmosfir permainan pun menjadi panas. Dengan beberapa kali terjadi aksi protes dan aksi dorong.
Ketatnya pertandingan sudah terlihat sejak babak pertama. Kedua tim terlihat bermain hati-hati. Meskipun tak ada gol yang mampu dilesakkan.

Pada paruh waktu kedua, tensi permainan berubah. PSIK bermain lebih menekan. Alur serangan pun lebih cepat. Membuat pertahanan Bledug Kelud sempat keteteran.
Keadaan berubah pada menit ke-49. Satu serangan balik yang dilakukan para pemain Persedikab tak diantisipasi dengan baik oleh pemain belakang PSIK. Bola menyentuh tangan pemain bertahan klub Klaten ini. Wasit pun menunjuk titik putih.
Para pemain PSIK sempat memprotes keputusan wasit Heru Tri Cahyono. Mereka mengerebungi pengadil asal Kabupaten Bandung tersebut dan melakukan tepuk tangan. Namun, keputusan wasit tetap penalti. Yang mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Rian Hidayat.
Gol balasan terjadi pada menit ke-76. Terjadi karena gol bunuh diri pemain belakang Persedikab Yohanis Don Bosco Sakliressy. Upayanya menghalau bola tendangan pemain PSIK justru mengarahkan bola ke gawang sendiri.
Berhasil menyamakan kedudukan membuat semangat pemain PSIK meningkat. Mereka pun terus meningkatkan intensitas serangan. Beruntung bagi Bledug Kelud, tak ada tambahan gol hingga wasit meniup peluit akhir.

Sempat terjadi insiden pengejaran terhadap wasit Heru oleh pemain PSIK. Tepat ketika sang pengadil meniup peluit panjang. Belum selesai membunyikan tanda selesai permainan dia langsung dikejar oleh pemain PSIK. Untungnya, wasit bisa segera masuk ke ruang ganti sementara aksi pemain PSIK bisa dihalangi oleh panpel pertandingan.
Pelatih Kepala PSIK Klaten Ananto Nurhani mengatakan bahwa pertandingan sudah berlangsung dengan baik. “Kami belum bisa memaksimalkan peluang yang kita dapat di babak kedua,” sambungnya.
Sementara itu, di pertandingan kedua, FC Farmel mengalahkan PS Peureulak Raya dengan skor 4-1. Kemenangan tersebut mengantarkan mereka lolos sebagai juara grup. Mengantongi nilai 10 hasil dari tiga kali menang dan sekali imbang. Sedangkan Persedikab di posisi kedua dengan nilai delapan. (em/fud)
Klasemen Akhir Grup O
M Mg S K GA Poin
- Adhyaksa Farmel FC 4 3 1 - 14-6 10 *)
- Persedikab Kediri 4 2 2 - 9-5 8 *)
- PSIK Klaten 4 1 2 1 11-8 5
- Persibone 4 1 1 2 7-12 4
- PS Peureulak Raya 4 - - - 6-16 0
*) : Lolos ke babak 32 besar
Emilia Susanti