Taksi Bandara Dhoho Sepi Order, Mayoritas Penumpang Dijemput Keluarganya

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Sekitar tiga minggu beroperasi, moda transportasi di Bandara Dhoho sepi order. Meski ada lebih dari seribu penumpang yang berangkat dan tiba di Bandara Dhoho, hanya sebagian kecil yang menggunakan taksi dan bus bandara. Selebihnya diantar dan dijemput oleh keluarganya sendiri.

          Kondisi sepinya angkutan umum di Bandara Dhoho, dibenarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri.“(Angkutan sepi, Red) karena memang kebanyakan lebih memilih diantar jemput keluarga,” kata Kabid Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari.

          Banyaknya penumpang yang diantar jemput oleh keluarga, menurut Yudha karena kerabat penumpang juga ingin melihat langsung kondisi bandara yang baru diresmikan tersebut. Karenanya, mereka antusias datang ke bandara untuk mengantar atau menjemput. “Kan bandara baru, jadi mengantar sekaligus melihat-lihat bandara karena penasaran,” lanjutnya.

Bandara 00

          Sementara itu, sepinya penumpang di Bandara Dhoho membuat perusahaan penyedia jasa angkutan mengurangi armadanya. Misalnya, taksi Bluebird yang sebelumnya mengoperasikan lima unit mobil, kini tinggal tiga unit yang standby di bandara.

          Pengurangan juga dilakukan oleh PO Bus Harapan Jaya. Jika sebelumnya mereka menerjunkan lima armada, kini tinggal dua unit yang beroperasi. “Itu pun hanya mengantar ke Terminal Gayatri Tulungagung. Yang ke Kota Kediri dan Pare tidak ada,” sambung Kabid Angkutan Dishub Kediri Nanang Pujianto.

          Bagaimana dengan PO Bus Damri? Menurut Nanang justru tidak ada yang standby di bandara usai peresmian pada 5 April lalu. Nanang menegaskan, sedikitnya jumlah penumpang yang memanfaatkan angkutan bandara itu juga karena jadwal penerbangan di sana yang masih sedikit.

“Karena memang ini masih rintisan ya. Jadi memang butuh waktu juga. Setidaknya untuk saat ini sudah menyiapkan moda transportasi,” terang Nanang optimistis ke depan moda transportasi di bandara akan banyak diminati penumpang. Hal tersebut seiring dengan banyaknya rute penerbangan di sana.

Optimisme serupa juga diungkapkan oleh Yudha. Menurutnya, potensi penumpang di wilayah selatan Jawa Timur sangat besar. Karenanya, dia yakin ke depan bandara akan semakin ramai.

Dia mencontohkan Tulungagung yang merupakan daerah kantong tenaga kerja Indonesia (TKI). “Kemarin itu salah satu yang jadi acuan itu juga (potensi penumpang bandara, Red). Makanya kenapa berani mengembangkan bandara,” jelasnya.

Seperti diberitakan, moda transportasi di Bandara Dhoho mulai beroperasi bersamaan dengan dimulainya penerbangan perdana Citilink di sana pada 5 April lalu. Sedikitnya ada tujuh moda transportasi yang siap melayani kebutuhan penumpang dan berbagai aktivitas di bandara. Mulai dari Grab, Gojek, Maxim, Bluebird, Trac, PO Damri, hingga PO Harapan Jaya. Tiap perusahaan transportasi itu menyediakan jumlah armada yang bervariasi di tahap awal.

Sementara itu, dengan rute penerbangan yang baru dua kali dalam seminggu, jumlah penumpang yang datang dan berangkat lewat Bandara Dhoho memang belum terlalu banyak. Kondisi itu pula yang membuat angkutan umum di sana belum berkembang. (sad/ut)

 

 

 

Press ESC to close