Aksi MF, 19, mantan pacar Yol, memang kejam. Pria asal Desa Joho, Wates itu diduga tidak hanya meracun gadis yang dicintainya itu dengan potas. Melainkan dia juga tega menyetubuhi gadis berusia 15 tahun itu saat dia dalam kondisi lemas dan tak sadarkan diri.
Perbuatan MF tersebut dilakukan setelah Yol dalam kondisi tak sadarkan diri di kamar mandi. Pria yang bekerja sebagai kuli bahan bangunan itu menyeret tubuh mantan pacarnya yang memang relatif gemuk.
Dia lantas mengangkatnya ke ranjang. Di sana, MF diduga melucuti pakaian Yol dan menyetubuhinya. “Ada temuan sperma di kemaluan korban,” sambung sumber koran ini lainnya.
Setelah disetubuhi, MF mencoba menghilangkan jejak. Yakni, dia memakaikan kembali celana dalam Yol. Demikian pula kutang yang kembali dipasangkan meski tak sempurna.
Tak hanya itu, MF juga sengaja menyandingkan dua strip bungkus obat kosong berwarna silver di dekat botol miras. Seolah hal tersebut bisa mengindikasikan Yol tewas karena overdosis atau bunuh diri.
Praktiknya, dia sudah merencanakan aksinya sejak jauh-jauh hari. Yakni, saat MF menghubungi Yol melalui telepon dan mengajaknya bertemu. Selanjutnya, Yol yang tanpa curiga juga memberi tahu alamat tempat kosnya tersebut. Bahkan dia membagikan lokasinya agar MF bisa segera datang.
Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Beberapa kejanggalan yang ada di TKP bisa diendus oleh polisi. Terutama setelah mereka memeriksa keluarga dan teman-teman Yol.
Dari sana diketahui identitas MF yang merupakan mantan pacarnya. Identitas pemuda pengendara motor Honda Beat warna merah yang semula menjadi tanda tanya itu pun mengerucut pada MF.
Setelah ditangkap, MF yang awalnya sempat tidak mengakui perbuatannya, akhirnya memilih pasrah. “Pelaku juga sudah mengakui menyetubuhi (korban, Red),” beber sumber yang memantau penyelidikan Satreskrim Polres Kediri Kota itu.
Sayang, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama juga belum memberi pernyataan secara detail terkait aksi MF dalam kasus kematian Yol. “Setelah kami pastikan (penyebab kematian, red) baru kami bisa simpulkan,” elaknya. (em/ut)
Emilia Susanti