Memiliki hobi olahraga memang baik untuk kesehatan. Asalkan dilakukan sesuai dengan porsi dan masih dalam batas normal. Namun, sayangnya Kang Dalbo melakukan hobi tersebut tak tahu waktu. Bahkan, membuat rumah tangganya berujung dedelduwel.
“Bojoku sebelume seneng olahraga tenis bareng aku. Mergo kantore mulai seneng main padel deweke pun ikut-ikutan,” ujar Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Ya, memiliki kehidupan yang serba berkecukupan tidak menjadi jaminan rumah tangga akan aman dan tentram. Sebab pasti ada aja ujian yang telah dipersiapkan oleh yang maha kuasa.
Ketika suaminya hobi bermain padel, Yu Minthul sedang mengandung anak pertamanya. Yang sudah dinanti selama bertahun-tahun. Sehingga dia pun lebih memilih di rumah dibandingkan beraktivitas di luar.
“Semisal aku ora hamil ya aku pasti belajar padel. Berhubung lagi hamil dan kandunganku cukup lemah alhasil aku banyak neng omah wae,” imbuhnya.
Setahun bermain padel, Kang Dalbo semakin tidak tahu diri. Deweke sering pulang larut malam. Membuat Yu Minthul marah-marah dan merasa tak diperhatikan. Sehingga memicu pertengkaran rumah tangga.
Ketika bertengkar, Kang Dalbo selalu beralasan jika permainan sedang seru-serunya. Sehingga dia pun tak bisa pulang lebih awal. Mengingat dia pulang kantor juga sudah larut sore.
“Deweke kerja neng bank. Emang mulihe sore-sore. Jadi paling baru gabung main padel itu malam. Tapi masalahe iki deweke mulih padel jam 23.00. Kan janggal,” omelnya.
Singkat cerita, Yu Minthul pun mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata Kang Dalbo sedang dekat dengan perempuan yang kebetulan juga hobi bermain padel. Bahkan, sering mengantarnya pulang ke rumah.
Bagaimana Yu Minthul bisa tahu? Ya dari teman-teman sosialitanya. Tentu mudah bagi Yu Minthul untuk mencari tahu siapa perempuan itu. “Ternyata deweke SPG salah satu perusahaan rokok. Memang hobi besang laki-laki berduit,” gerutu Yu Minthul.
Merasa pegel, Yu Minthul wadul neng wong tuwane. Hasile, orang tuane menyarankan untuk berbicara baik-baik. Tapi bojone justru marah-marah ketika dimintai penjelasan tentang hubungannya dengan perempuan itu.
“Wis ora iso aku dikongkon sabar. Mending pegatan wae setelah aku lahiran,” omel Yu Minthul.
Yu Minthul pun memilih bercerai. Dia merasa harga diri sebagai perempuan dilecehkan oleh suaminya. Sebab tergoda juga dengan perempuan yang kastanya lebih rendah darinya.
“Pancene lanangan ora toto. Urip wes kepenak ndadak polah sing garai rumah tangga bubrah,” pungkasnya. (la/fud)
Mahfud