Menjadi pendatang di negeri orang tidaklah mudah. Apalagi bahasa dan budayanya berbeda. Mau tak mau, seseorang harus bisa menyesuaikan diri. Itulah yang dialami oleh Vanessa Goncalves, istri dari asisten pelatih Persik Kediri Vitor Tinoco. Meski sulit, itu bukan alasan baginya untuk tetap menjadi perempuan produktif.
Perempuan dengan rambut khasnya yang keriting ini biasa disapa Vanessa. Hampir satu dekade dia menetap di Indonesia, salah satunya di Kediri. Di Indonesia, perempuan kelahiran Brasil ini menemani sang suami, Vitor Tinoco, yang sejak beberapa tahun terakhir berkarir di dunia sepak bola Tanah Air. Vitor sendiri mulai masuk dalam tim pelatih Persik Kediri sejak musim 2023/2024 lalu.
Praktis, Vanessa sudah tinggal di Kediri selama kurang lebih empat tahun. Jika ditambah dengan masa tinggalnya di Kalimantan, Vanessa sudah tinggal di Indonesia selama sembilan tahun. Pasalnya, sebelum Vitor resmi bergabung dengan Persik Kediri, pelatih berkepala plontos itu lebih dulu menjadi bagian dari PS Barito Putera—klub yang berbasis di Kalimantan.
Di masa awal dia tinggal di Indonesia, Vanessa mengaku sempat sulit beradaptasi. Apalagi dia datang dengan keadaan hamil anak keduanya. Tak banyak aktivitas yang bisa dia lakukan. Sehingga, dua tahun pertama berjalan dengan tidak mudah. Dia akhirnya lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga sebagai seorang ibu.
"Tetapi saya senang karena saya bisa lebih dekat dengan anak dan ini menjadi momen spesial bagi saya," cerita ibu dua anak tersebut yang tetap mensyukuri pengalaman yang dialaminya.
Di luar itu, Vanessa juga melalui masa sulit lainnya saat awal menetap di Indonesia. Tidak lain adalah keterbatasan bahasa, sebab bahasa Inggris juga bukan bahasa ibunya. Karena belum terlalu fasih, saat berbicara dengan bahasa Inggris sekalipun, warga lokal belum tentu bisa langsung memahami maksudnya. Alhasil cukup sulit baginya untuk beraktivitas di luar rumah.
Alih-alih putus asa, Vanessa berusaha mengasah kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Setidaknya, bahasa Inggris lebih mudah dimengerti oleh warga lokal Indonesia dibanding menggunakan bahasa Portugis. Di samping itu, dia juga pernah menyempatkan diri mengambil kelas online untuk belajar bahasa Indonesia.
"Tetapi menurut saya lebih efektif ketika mempraktikkan langsung," ungkapnya.
Seiring waktu, dia mulai terbiasa dengan hari-harinya di Indonesia. Bertemu banyak orang baru dengan budaya yang beragam menjadi hal yang dia senangi. Vanessa mengatakan, hampir semua orang yang ditemuinya bersikap ramah dengannya. Itu yang membuatnya nyaman dan tidak keberatan tinggal di Indonesia.
"Keramahan orang-orang di sini seperti di Brasil. Di Brasil orang-orangnya seperti di sini, sangat ramah. Berbeda dengan negara lain yang mana kamu tidak akan banyak berbicara. Sementara di sini orang-orangnya sangat peduli, ini membuat saya nyaman di sini," ungkap perempuan berusia 38 tahun itu.
Kini, Vanessa mulai sering beraktivitas di luar rumah. Setelah anaknya berusia dua tahun pada 2019 lalu, dia kembali rutin berolahraga. Biasanya dia pergi ke gimnasium. Atau, bermain padel dan tenis di hari-hari tertentu bersama teman-temannya. Bahkan, baru-baru ini dia juga mengikuti kelas ju-jitsu.
Begitu pindah ke Kediri pun, dia tetap menjaga rutinitas olahraganya. Baginya, penting untuk tetap memiliki waktu untuk diri sendiri atau me time. Asalkan tetap pada hal yang positif.
"Olahraga di pagi hari itu baik untuk membangun energi. Bagi saya, saya harus tetap menjaga diri pada hal yang membuat saya tetap dalam kondisi baik. Karena apabila saya baik-baik saja, keluarga saya juga akan baik," tandas Vanessa.
Menjalin pertemanan dengan warga lokal juga sangat membantunya dalam beradaptasi. Misalnya, saat olahraga bersama bisa sekaligus menjadi momen baginya untuk lebih banyak belajar kosakata Indonesia.
"Karena kami berbicara banyak. Terkadang saya tidak mengerti, terkadang saya mengerti," canda perempuan yang juga mantan atlet dayung tersebut.
Hari demi hari, Vanessa semakin menikmati hari-harinya tinggal di Indonesia. Dia punya aktivitas rutin yang dijalani. Mulai mengurus keluarga, berolahraga, bahkan meningkatkan kapasitas diri. Yakni dengan mengambil program kursus tentang psikoanalisis secara daring. Setelah lulus dari kursus tersebut, dia berencana untuk membuka jasa konsultasi secara online. Namun dalam bahasa Portugis.
"Saya juga membuat konten di media sosial, kontennya sangat organik. Ketika saya memasak (berbagi resep, Red) atau makeup, saya mengambil video. Nanti saat senggang saya akan mengeditnya lalu mengunggahnya di media sosial," tambahnya.
Menurut Vanessa, penting bagi setiap orang untuk memiliki rutinitas setiap harinya. Dia juga mengingatkan agar semua orang bisa memperhatikan kebugaran mereka. Misalnya dengan berolahraga atau memperbanyak minum air putih. Di awal membangun rutinitas itu, untuk bisa disiplin memang sulit. Namun itu harus dipaksa agar hari-hari tetap berjalan dengan kegiatan yang produktif.
"Jangan terlalu banyak tidur," pesannya. (emilia susanti/ais)
Andhika Attar