Ribuan Padati Festival Budaya Kediri Kuno-Kini, Ada Produk UMKM, Makanan, Fashion, Kecantikan, Craft, dan Kerajinan

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Bazar Ramadan, yang dikemas dalam Festival Budaya Kediri Kuno-Kini, kebanjiran pengunjung di akhir pekan ini. Kemarin (23/3) ribuang pengunjung memadati stan-stan pameran di area Simpang Lima Gumul (SLG) tersebut.

Kepadatan sudah terlihat menjelang waktu berbuka puasa. Tak hanya berjalan-jalan sore sembari menunggu bedug maghrib, para pengunjung juga membeli makanan dan minuman kala waktu berbuka tiba. Akibatnya, antrean di stan makanan bisa sangat panjang.

"Saya harus mengantre sampai 30 menit menunggu dilayani, sangking banyaknya yang pesan," kata Fajar Kurniawan, pengunjung yang mengaku dari Desa Sambirejo, Kecamatan Pare.

Fajar mengatakan, mendatangi arena pameran karena penasaran. Pria 32 tahun ini sengaja datang untuk membuktikan kabar yang dia dengar.

“Ya karena penasaran. Di sosmed juga muncul terus,” akunya.

Hasilnya, Fajar mengaku terpukau dengan festival yang juga jadi pembuka rangkaian perayaan Hari Jadi yang ke-1.220 Kabupaten Kediri ini. Salah satunya karena banyaknya stan bazar yang tersedia.

Memang, jumlah stan dalam pameran ini sangat banyak. Ada 210 stan bazar yang berasal dari 150 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Mereka tak hanya dari Kediri, juga dari luar daerah.

“Pilihan makanannya juga banyak sekali. Jadi ya lumayan bingung,” tambahnya sembari tertawa.

Dari pantauan koran ini, ada beberapa titik keramaian yang terlihat di lokasi pameran. Terutama di gate satu, dua, dan tiga. Mayoritas para pengunjung tersebut datang di saat waktu menjelang maghrib.

Terpisah, para pemilik stan terus berlomba untuk menarik pengunjung datang ke areanya. Beberapa kegiatan menarik mereka gelar. Seperti yang dilakukan stan GARASI Korcam Ngadiluwih. Kemarin stan ini membuka pameran foto dan lukisan.

“Kemarin kami mikir gimana ya caranya biar rame. Akhirnya buat pameran foto dan lukisan ini,” ujar Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kandat Anis Fitria Fajarani yang juga koordinator di Garasi Korcam Ngadiluwih.
kunokini-01

Foto dan lukisan yang dipamerkan berasal dari murid-murid SMAN 1 Kandat. Foto-foto tersebut diabadikan pada hari pertama Festival Budaya Kediri Kuno-Kini rabu lalu (21/3).

Upaya itu berhasil. Banyak pengunjung yang tertarik dan mendatangi stan ini. Hal itu pun berbanding lurus dengan pendapatan yang didapat stan tersebut. Jumlahnya tak main-main, hingga sore kemarin, Anis mengaku stan Garasi Korcam Ngadiluwih sudah mendapat omset hingga nyaris Rp 2 juta.

“Alhamdulillah di sini cenderung ramai. Rata-rata per harinya bisa dapat tiga juta (rupiah),” pungkasnya.

Manager Event Jawa Pos Radar Kediri Puspitorini Dian Hartanti membenarkan jika bazar yang berlangsung di akhir pekan kian ramai. Bahkan jumlahnya melebihi perkiraan pihak panitia.

“Jadi kepada seluruh pengunjung jangan sampai ketinggalan acara Festival Budaya Kediri Kuno-Kini,” terang Dian sembari mengucapkan terimakasih kepada pihak yang terkait. Seperti Mc Kediri dan siswa SMP Katolik Mardiwiyata Kediri.

Lebih lanjut, Dian mengatakan jika bazar akan berlangsung hingga 4 April mendatang. Oleh sebab itu Dian mewanti-wanti kepada seluruh pengunjung untuk jangan sampai ketinggalan.

“Ada ratusan stan yang tersedia. Mulai dari stan makanan, fashion, kecantikan, craft, dan masih banyak lainnya,” pungkasnya. (wib/fud)

 

Press ESC to close