Kiper Persik ketika merengkuh juara liga ini pensiun 2015 lalu. Namun, belum benar-benar meninggalkan sepak bola. Ilmunya dia tularkan ke pemain muda dengan menjadi pelatih kiper Persedikab.
KAREN WIBI, JP Radar Kediri, Kabupaten
Persedikab Kabupaten Kediri sedang gencar-gencarnya melakukan latihan. Maklum saja, mulai pekan ini, mereka harus menghadapi pertandingan di babak penyisihan kedua Liga 3 Jatim.
Kamis lalu (4/1) Persedikab menggelar latihan di lapangan yang berada di Desa Bendo, Kecamatan Pare. Sekitar pukul 08.00, pemain melakukan latihan menendang.
Di sektor penjaga gawang, tampak tiga kiper yang bersiap dipanggil namanya. Ketika disebut, kiper tersebut langsung berlari. Menuju gawang yang di depannya sudah ada pemain yang bersiap menendang.
Di belakang sang kiper, ada seorang pria yang mengekor. Bibirnya bergerak-gerak. Memberi penunjuk apa yang harus dilakukan oleh si penjaga gawang.
Ketika bola berhasil dihalau, pria tersebut akan memberi pujian. Namun ketika kebobolan, pria tersebut akan langsung mengajak ngobrol sang kiper. Memberi petunjuk apa yang harus dilakukan. Bahkan pria yang di jerseynya tertulis inisial WY tak sungkan untuk mencontohkan gerakan ke sang kiper. Meskipun itu cara untuk jatuh ketika harus menghalau bola.
“Jangan takut kalau cuman harus jatuh,” tegasnya kepada sang kiper.

Pria tersebut adalah Wahyudi. Mantan kiper Persik di era 2000-an. Kini pria yang berdomisili di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu menjadi pelatih kiper untuk Persedikab.
Wahyudi bercerita, dirinya telah resmi pensiun pada 2015. Klub terakhir yang dia bela adalah Persik Kediri. Setelah itu, di 2017, Wahyudi resmi menjadi pelatih kiper untuk Persik.
“Saya jadi pelatih kiper di Persik cuma sampai tahun 2021,” tandasnya.
Lalu di tahun 2022, Wahyudi dipinang oleh Persedikab. Wahyudi yang mendapat tawaran itu pun langsung mengiyakan. Namun sayang, di musim itu, Liga 3 tak jadi diadakan. Liga baru kembali diadakan di musim 2023/2024.
Dampak yang diberikan oleh Wahyudi pun langsung terasa. Dapat dilihat dari enam pertandingan awal Persedikab. Klub berjuluk Bledug Kelud itu belum sekali pun kebobolan. Menjadi satu-satunya klub di Liga 3 Jatim yang berhasil mencatatkan cleansheet di semua pertandingan babak penyisihan pertama.
“Saya selalu bilang ke kiper, gawang itu harga dirimu. Jika kebobolan, harga dirimu seperti diinjak-injak,” tambah pemain yang juga pernah membela Persibo Bojonegoro dan Delrtas Sidoarjo itu.
Bersama Persedikab, Wahyudi memiliki target. Tidak hanya ingin membawa Persedikab lolos ke Liga 2. Lebih dari itu, Wahyudi ingin mencetak generasi penerus sepak bola Kediri. Tidak hanya untuk tim yang berasal dari Kediri. Namun juga untuk ke level nasional.
Beruntung Wahyudi memiliki segudang pengalaman. Karena diketahui, Wahyudi tidak hanya pernah bermain di level tertinggi nasional. Namun juga di level tertinggi Asia.
“Saya akan berikan ilmu saya ketika main di Persik terutama ketika di Liga Champions Asia,” terangnya.
Lebih lanjut, menurut Wahyudi, Kediri memiliki banyak calon pemain berkualitas. Jika diasah dengan benar, bukan tak mungkin jika pemain tersebut akan melewati capaian dari Wahyudi.
Namun Wahyudi berpesan jika calon pemain itu harus melakukan tiga hal. Yaitu semangat juang, fokus, dan manut kata pelatih.
“Kalau pemain mau melakukan tiga hal itu, saya yakin mereka akan sukses,” pungkasnya. (fud)
Karen Wibi