Kisah Efendi Ari Penemu Alat Las Titik, Masuk Tiga Besar Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna Provinsi Jatim

Efendi, begitu dia akrab disapa. Dia hanya pria tamatan SMA. Namun, jiwa inovasi melekat kuat dalam dirinya. Dia dikenal luas atas mesin las titik buatannya.

HABIBAH A. MUKTIARA, Kabupaten, JP Radar Kediri

Mata Efendi tajam menatap logam di tangannya. Jemari pria yang mengenakan polo biru itu nampak cekatan. Logam tersebut diputar-putarnya. Memastikan bagian mana saja yang akan disambungkan dengan alat las titik.

Dia lantas menyalakan mesin las yang ada di sebuah bengkel pembuatan alat cetak kue di Desa Kalibelo, Kecamatan Gampengrejo tersebut. Dia tahu betul apa yang dilakukan. Bagaimana tidak, las titik tersebut merupakan buatannya.

“Alat las ini saya sendiri yang membuatnya,” ujar pria asli Kalibelo tersebut kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Siang itu, Efendi memang sengaja berkunjung ke bengkel milik Muhammad Khoirudin Saifulloh. Mereka memang cukup akrab. Tidak hanya karena bertetangga desa. Namun, Khoirudin merupakan salah satu orang yang menggunakan alat las buatannya tersebut.

Tidak hanya satu. Khoirudin bahkan sudah membeli dua unit alas las tersebut. Sebagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pemuda 26 tahun ini merasa mudah mengoperasikannya.

“Alat ini sangat membantu proses produksi. Alat ini juga tidak memerlukan konsumsi listrik yang tinggi,” aku Khoirudin.

Ya, konsumsi listrik tersebut memang menjadi salah satu keunggulan alat buatan Efendi. Oleh karena ini juga, alat buatan pria 49 tahun tersebut banyak digemari oleh masyarakat. Terutama para pelaku UMKM.

Tidak hanya dari Kediri. Banyak juga pembeli dari luar daerah. Seperti Bandung, Semarang, dan sebagainya. Bahkan, Efendi mengaku sudah menjual sedikitnya 250 unit mesin las titik tersebut.
las titik2

 

Kebanyakan konsumennya tidak hanya membeli satu unit saja. Setidaknya dua hingga belasan unit. Mereka merasa cocok karena alat buatan Efendi mudah digunakan dan ekonomis. Untuk satu unit alat las titik itu dibanderol dengan harga Rp 4,5 juta.

Padahal, Efendi dulu hanya mengenyam pendidikan sampai bangku SMA saja. Namun, sejak muda dia memang memiliki ketertarikan pada dunia kelistrikan dan reparasi. Ditambah, pria yang juga menjadi Kasun Sumbertugu, Desa Kalibelo ini suka mencoba hal-hal baru. “Belajar sendiri. Otodidak,” ungkap Efendi.

Untuk membuat alat tersebut, dia harus melewati sepuluh kali percobaan. Salah satu kendala yang ditemui dalam pembuatan alat tersebut adalah hasil las yang terlalu gosong. Tidak hanya itu saja, awal pembuatan sempat memunculkan percikan api. Hingga membuat listrik padam.

Efendi tidak akan pernah menyangka jika alat sederhannya tersebut bisa membawanya mewakili Kabupaten Kediri. Dia dipercaya mengikuti Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna Provinsi Jawa Timur. Perlombaan tersebut diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Saya tidak menyangka lolos ke tahap verifikasi lapangan,” beber pria kelahiran 1975 tersebut. Mengingat dia hanya lulusan SMA. Sedangkan saingannya memiliki latar belakang teknik robotik.

Sebelum mewakili Kabupaten Kediri, 2023 lalu suami dari Widarwati ini mengikuti lomba di tingkat kabupaten. Dalam perlombaan yang berlangsung di bulan Agustus itu, ia mendapatkan juara pertama.

Keikutsertaan ayah tiga anak itu dalam perlombaan tingkat provinsi juga mendadak. Dengan waktu yang singkat ia mempersiapkan mulai dari powerpoint dan video presentasi. Perlombaan tersebut berlangsung pada bulan Februari lalu.

Dalam perlombaan tersebut alat las titik buatannya ini banyak menarik juri. Mereka sempat keheranan dengan kemampuan alat yang dapat meleburkan lempengan logam. “Ini fungsinya sangat bagus sekali, karena tidak ada bekas,” tandas Efendi. (tar)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

Press ESC to close