KABUPATEN, JP Radar Kediri-Awas! Wilayah Kabupaten Kediri mulai disasar kawanan perampok. Rabu (7/2) dini hari kemarin, pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang nekat menjarah SPBU di Dusun Nglempun, Desa Pandantoyo, Ngancar. Menyekap seorang pegawai yang sedang berjaga di kantor, mereka membobol brankas dan membawa kabur uang sekitar Rp 35 juta.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, SPBU yang ada di lereng gunung Kelud itu tutup sekitar pukul 00.00. Para operator SPBU pun pulang. Menyisakan Dewa Bayu Saputra yang mendapat tugas berjaga dan tidur di kantor. “Kondisi memang sudah ditutup dan sepi. Sementara operator (mesin pom) juga tidur,” ujar Koordinator SPBU Pandantoyo Sigit Setia Atmaja.
Saat sedang tertidur lelap, Dewa sebenarnya sempat mendengar bunyi seperti batu kecil yang terjatuh dari atap ruangan. Namun, dia tak menaruh curiga. Pemuda asal Desa Jagul, Kecamatan Ngancar ini pun memutuskan tak mengecek dan melanjutkan tidur.
Selang 17 menit kemudian, dari Closed Circuit Television (CCTV) di bagian belakang kantor SPBU terlihat kamera ditutupi plastik kresek hitam. Setelah menutupi kamera itulah, diduga pelaku mulai beraksi.
Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan polisi, diduga pelaku masuk ke area SPBU dengan memanjat pagar tembok bagian belakang SPBU. “Mungkin (pelaku, Red) merambat lewat tower (tandon air, Red),” lanjut Sigit sembari menyebut tower tandon air memang mepet dengan tembok. Sehingga, jika mereka naik melewati tembok bisa turun lewat tower tandon air. Jejak para pelaku juga ditemukan saat tim dari Polres Kediri melakukan pemeriksaan kemarin pagi.
Setelah berhasil masuk ke area SPBU, mereka langsung menuju ke ruangan tempat Dewa tidur. Pintu dibuka dengan didorong. Selanjutnya, Dewa yang dalam kondisi setengah sadar langsung dipukul mengenai pipi kirinya. Di saat bersamaan pelaku lain melumpuhkan Dewa dengan memukul mengenai rusuk kanannya hingga dia lemas.
Begitu Dewa dalam kondisi tak berdaya, pelaku langsung mengikat dua tangannya menggunakan sabuk. Kemudian mulutnya disumpal menggunakan kain. “Yang dia (dewa, Red) tahu pelaku yang menyekap itu tiga orang. Mungkin dua pelaku lainnya sedang mengambil uang,” terang Sigit.
Dalam aksi yang berlangsung sekitar satu jam itu, pelaku berhasil membawa kabur uang sekitar Rp 35 juta. Uang yang merupakan hasil penjualan bahan bakar minyak (BBM) sif siang dan malam itu dibawa kabur tak tersisa. “Jumlah pastinya sedang kami hitung,” beber Sigit tentang jumlah pasti nilai kerugian.
Usai berhasil membobol brankas, pelaku langsung meninggalkan SPBU. Dewa yang dalam kondisi terikat dikunci di dalam ruangan dari luar. Dia baru bisa melepaskan ikatan sabuk di tangannya beberapa jam kemudian. Dewa harus keluar dari ruangan lewat jendela dan melaporkan kejadian tersebut ke atasannya.
Terpisah, Kapolsek Ngancar AKP Chardi Kukuh yang dikonfirmasi tentang kasus perampokan di SPBU Pandantoyo membenarkannya. Menurut Chardi tim Inafis Polres Kediri sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapati jejak pelaku di beberapa lokasi SPBU. “Kami menemukan seperti tang dan obeng (yang digunakan pelaku untuk beraksi, Red),” jelas Chardi.
Dikonfirmasi terkait pelaku yang berjumlah lima orang, menurut Chardi masih diselidiki secara pasti. Karenanya, perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini belum bisa membeberkan lebih lanjut. “Saat ini masih diselidiki bersama dengan Resmob Polres Kediri,” jelasnya.
Pantauan koran ini, usai insiden perampokan dini hari kemarin, SPBU yang berada di tepi jalan akses menuju objek wisata gunung Kelud itu kembali buka seperti biasa. Sejumlah operator melayani pembeli BBM di beberapa kanal mesin di sana. Kantor yang dini hari kemarin disasar oleh kawanan perampok juga tidak di-police line layaknya lokasi kasus kriminalitas lainnya. (sad/ut)
Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi