Warga Kediri dan sekitarnya mungkin sudah tak asing dengan nama Ning Jazil. Sebagai istri Gus Kautsar, dia juga gemar berdakwah. Namun, dia lebih memilih berdakwah lewat pendekatan seni.
.....................................
Ning Jazil Annahdliyah merupakan sosok ibu muda yang luar biasa. Aktivitasnya tak kalah padat dengan Gus Kautsar, sang suami. Namun, siapa sangka dia memiliki hobi yang sedikit unik. Terutama dengan melihat latar belakangnya sebagai insan pondok.
Ditemui di rumahnya, Ning Jazil tampil sederhana. Dia mengenakan pakaian kaftan bermotif kotak-kotak. Tampak cocok dengan hijab instannya yang berwarna coklat. Ternyata, busana yang dikenakan itu merupakan hasil karyanya sendiri.
“Ini saya yang desain sendiri,” ujarnya sembari memegangi pakaian yang digunakan.

Kepada koran ini, Ning Jazil mengaku gemar membuat desain pakaian. Itu sudah lama digelutinya. Bahkan, kegemarannya ini tak sekadar menjadi hobi semata. Namun, juga bisa menjadi ladang pendapatan baginya dan keluarga.
Ibu dua anak ini pun menceritakan awal mula dia menjalankan bisnis. Awal mulanya saat pandemi Covid-19 pada 2020 silam. Ketika itu, dia ingin membuat baju untuk dirinya sendiri. Tentunya dengan model kekinian. Namun, tetap dengan nuansa Islami.
Tak hanya itu. Wanita asal Jawa Tengah ini juga ingin harga produknya bisa lebih miring dari baju-baju yang biasa dibeli. “Saya ingin ndandani orang agar berpakaian yang islami,” akunya.
Anak kedua dari empat bersaudara itu membangun bisnis fashion bersama kakaknya. Nama mereknya juga diambil dari inisial mereka. Yakni NZ. Nadhira dan Zil. Kini, produknya bisa ditemui di berbagai marketplace.
Dalam bisnis tersebut Ning Jazil lebih fokus dalam mendesain pakaian. Sedangkan sang kakak yang menjalankan roda bisnis dan produksi. Kolaborasi keduanya ternyata membuahkan hasil. Produk keduanya sukses memikat hati banyak pembeli.
“Saya kan nggak bisa keluar-keluar. Kalau kakak saya bisa. Jadi, seperti beli kain dan proses jahitnya ada di tempat kakak saya,” terangnya. Dia menambahkan, dirinya juga memberdayakan santriwati untuk menjadi admin produknya.
Menariknya, Ning Jazil tak memiliki waktu khusus untuk menuangkan ide-idenya. Biasanya, ide tersebut muncul dengan tiba-tiba. Kalai sudah begitu, dia akan langsung mencatatnya.
Model desain pakaiannya cenderung mengusung model kaftan. Dia banyak memainkan model baju di bagian lengan. Lalu, memadupadankan motif dengan memberikan tambahan kancing.
Saat didalami, Ning Jazil memang menyukai seni sejak masih kecil. Terbukti dari bakat menggambarnya sejak masih SD. Bahkan, dia memiliki cerita yang tak bisa dilupakan. Ketika dirinya mendapat pekerjaan rumah menggambar.
Sang guru mengira hasil gambarnya bukan buatannya sendiri. Itu karena karyanya terlalu bagus. “Katanya saya digambarin,” kenangnya sembari menyebut dirinya suka menggambar kartun dan bunga.
Ternyata, masih ada bakat terpendam lain dari Ning Jazil. Dia juga jago menulis. Bahkan, dia sudah menelurkan sebuah buku berjudul Catatan Zil hb. Bukunya tersebut telah tercetak sebanyak 10 ribu eksemplar. “Saya juga sedang membuat buku kedua saya,” ungkap perempuan 36 tahun tersebut.
Dapat dikatakan, bakat seni Ning Jazil memang istimewa. Interior rumah yang ditinggalinya merupakan hasil ide darinya. Ruang tamunya didominasi warna putih yang membuat kesan luas. Tirainya pun berwarna putih. Begitu pula perabotannya yang berwarna senada. Di sebuah almari kecil dengan desain modern, Ning Jazil menaruh koleksinya. Berupa piring-piring bermotif yang berjajar rapi.
Di ruang tamu itu, Ning Jazil menyiapkan kursi empuk. Agar mereka yang sepuh dapat duduk dengan nyaman. Letaknya berada di sisi kanan pintu depan rumah. Lalu, di sebelah kirinya, berkonsep lesehan. Itu diperuntukkan bagi para tamu dan santri yang datang.
Ning Jazil tak hanya mementingkan keindahan. Tetapi juga memikirikan kenyamanan dari penghuni rumah dan tamu. (emilia susanti/tar)
Emilia Susanti