Buaya Putih Penunggu Brantas, Sering Muncul di Jembatan Lama

Penampakan buaya beberapa kali ditemukan di sepanjang aliran Sungai Brantas Kota Kediri. Namun sosok buaya satu ini berbeda. Buaya tersebut diyakini memiliki kulit berwarna putih. Masyarakat percaya bahwa sosok tersebut bukan hewan sesungguhnya. Melainkan perwujudan dari sosok siluman.

--------------------------------------------------

Wilayah Kota Kediri dialiri oleh Sungai Brantas. Tak sedikit masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai tersebut. Namun, siapa sangka bahwa sungai ini menyimpan mitos mengerikan. Ya, cerita mistis itu adalah keberadaan sosok buaya putih.

“Masyarakat sini menyebutnya sebagai siluman buaya putih,” ujar Suwarno, salah satu warga yang tinggal dekat dengan Bantaran Sungai Brantas. Sebutan siluman buaya putih ini berdasarkan warna kulit buaya tersebut. Sedangkan alasan disebut dengan siluman karena kemunculannya yang tidak pasti.

Kota Kediri memiliki salah satu jembatan tua yang berusia lebih dari 150 tahun. Jembatan lama tersebut berada di sebelah selatan Jembatan Brawijaya. Di jembatan tersebut menjadi lokasi cerita mistis yang diyakini oleh masyarakat. “Konon siluman buaya putih ini menampakan diri di bawah jembatan,” ceritanya.

Konon, di bawah jembatan tersebut merupakan tempat bersemayam buaya putih. Sosok ini dipercaya masyarakat sebagai penunggu Sungai Brantas. Jika ada orang tenggelam di sungai Brantas dan jasadnya tidak ditemukan, masyarakat meyakini orang itu menjadi tumbal sang buaya.

“Makanya sulit menemukan jenazah korban yang tenggelam di Sungai Brantas ini,” ungkap laki-laki berusia 60 tahun tersebut. Adapun jenazah orang yang hanyut di sungai, akan ditemukan paling cepat satu minggu. Itupun setelah dilakukan ritual agar dikembalikannya jasad yang hanyut di sungai.

Jika jasad tersebut ditemukan, biasanya tidak di wilayah sungai brantas Kota dan Kabupaten Kediri. Melainkan di wilayah Kabupaten Jombang. “Buaya ini biasanya menampakan diri pada pemancing yang memancing di malam hari,” ungkap Suwarno.

Di kondisi jembatan yang minim penerangan, siluman buaya putih ini dipercaya terlihat bercahaya di air. Hal ini tidak seperti sosok buaya pada umumnya. Saat melihat buaya tersebut, biasanya pemancing akan mendapatkan ikan yang banyak. “Saya salah satu orang yang mengalami hal tersebut,” klaim Rohayat, salah seorang pemancing asal Kelurahan/Kecamatan Mojoroto.

Dia mengaku sering memancing di dekat jembatan. Saat itu dia mengklaim bahwa siluman buaya tersebut tidak sedang berada di tengah sungai. Melainkan sedang berada di tepi.

Melihat buaya putih tersebut, laki-laki berusia 55 tahun ini sampai gemetaran. Bahkan matanya dan mata buaya saling bertatapan. Ketika hendak lari, tubuhnya seakan tidak dapat bergerak. “Teriak juga tidak bisa ke luar suaranya,” kenang Rohayat.

Tidak lama kemudian, sosok siluman buaya putih tersebut bergerak kembali ke dalam air. Setelah itu baru dia dapat bergerak. Disaat yang bersamaan, kail pancing yang dilemparkan ke sungai tertarik dan mendapatkan ikan. (habibah annisa muktiara/tar)

.

Press ESC to close