Sosok Kakek Tua Penunggu Jembatan Lama sejak Zaman Kerajaan

Tak hanya sosok siluman buaya putih. Sungai Brantas juga diyakini memiliki sosok penunggu lainnya. Yakni berwujud seorang kakek tua di sekitar jembatan lama. Masyarakat percaya, sosok tersebut telah ada sejak zaman kerajaan dahulu kala.

“Pada saat zaman kerajaan sungai brantas sangat lebar dan lebih dalam,” cerita Suwarno, salah seorang warga yang tinggal di sekitar Sungai Brantas.

Cerita tentang Sungai Brantas didapatkan oleh Suwarno dari nenek buyutnya. Karena begitu lebar dan dalam, sungai tersebut dijadikan sarana transportasi air. Bahkan, diyakini terdapat pelabuhan di sana. Kini dikenal dengan sebutan dermaga. Pada saat itu masih banyak kapal yang lewat di sungai tersebut.

Karena terjadi proses alamiah, maka kondisi Sungai Brantas menjadi sedikit lebih sempit dan lebih dangkal dari ukuran aslinya. Sekalipun masih terlihat tidak ada perubahan signifikan.

“Dari cerita yang saya dapatkan dari Simbah, dulu di jembatan lama ada sosok kakek dengan tampilan putih-putih,” tuturnya. Sosok kakek tersebut diyakini sebagai salah satu penjaga jembatan.

Sosok kakek penunggu ini dipercaya sudah ada sejak masa Kerajaan Kahuripan, Kadiri hingga Majapahit. Kakek itu diyakini merupakan utusan dari Mpu Bharada. Dia juga yang menjadi pengawal sosok buaya putih jembatan Brantas tersebut.

Tugas sang kakek tidak hanya mengawal buaya putih. Tetapi juga diberi kepercayaan menjaga lingkungan yang ada di sekitar sungai tersebut. Bisa dikatakan buaya putih tersebut hanya patuh kepada kakek tersebut. “Buaya ini akan mencari tumbalnya sendiri,” tandas Suwarno. (habibah annisa muktiara/tar)

.

Press ESC to close