Banyak yang mengaikan keberadaan Sumber Dadapan dengan kisah Mbok Rondo Dadapan dengan tiga putrinya, Kleting Kuning, Abang, dan Ijo. Salah satu yang menguatkan adalah Mbah Kabul. Lelaki yang menjadi juru kunci sumber ini.

“Itu cerita rakyat yang saling terkait antara sumber dan petilasan,” terang Mbah Kabul.
Sang juru kunci ini menegaskan bahwa sumber yang dijaganya adalah peninggalan Mbok Rondo Dadapan. Yang dulu digunakan sebagai tempat mandi sang tokoh. Hingga kini pun tempat itu masih dimanfaatkan warga untuk mandi.
Mbah Kabul juga menceritakan, tempat yang dijaganya itu mengandung hal-hal yang mistis dan supranatural. Misalnya, ada pohon serut yang berdiri dari dulu hingga sekarang. Ketika banyak pohon lain bertumbangan, pohon itu tetap berdiri kokoh. Bahkan, ketika hendak ditebang, ada saja kejadian yang menggagalkan.
Bila dirunut lebih jauh, keberadaan sumber ini memang vital. Selain sebagai tempat mandi, juga untuk mengairi sawah-sawah di sekitarnya. Bahkan, sumber ini juga masih terkait dengan mata air yang lain. Seperti Sumber Cakarwesi dan Sumber Tosaren.
Banyak yang percaya bahwa air di sumber tersebut memiliki kemampuan untuk kebaikan. Seperti bisa jadi pengantar menyembuhkan penyakit. Banyak masyarakat dari luar kota yang mengambil air di sumber tersebut. Pengambilan air itu didahului dengan ritual khusus. Tergantung tujuan dan niat mereka.
Mbah Kabul mengatakan biasanya sebelum ke sumber, pengunjung datang dulu ke makam Mbok Rondo. Lokasi makamnya berada di makam umum yang lokasinya tidak jauh dari sumber. Tujuanya dengan maksud untuk meminta izin mengambil air, atau mandi di sumber tersebut.
Konon, katanya, ini terkait dengan keberadaan makhluk astral yang dipercaya ada di lokasi sumber. “Katanya ular tersebut adalah pusakanya Mbok Rondo. Ular tersebut menampakkan diri jika ada sesuatu perbuatan yang buruk (dilakukann di tempat ini),” cerita Mbah Kabul. (habibah annisa muktiara/fud)
Sumber Dadapan, Patirtan Mbok Rondo Dadapan yang Airnya untuk Sumber Kebaikan (2)