KOTA, JP Radar Kediri-Pembangunan Jalan Tol Akses Bandara Dhoho membuat beberapa ruas jalan di Kota Kediri terdampak. Salah satunya Jl Suparjan Mangun Wijaya yang jadi akses menuju exit tol. Jembatan Mojoroto yang ada di sana akan diperlebar menjadi 24 meter.
Humas PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) Alfi Yusron Hamidy mengatatakan, nantinya di Jl Suparjan Mangun Wijaya akan dibangun on-off ramp. Yakni, bagian jalan yang menjadi akses keluar dan masuk menuju jalan tol.
Karena itu, Jembatan Mojoroto yang berada di bawahnya perlu diperlebar agar tidak terjadi kepadatan arus lalu lintas. Begitu pula lebar jalan yang berada tepat di bawah jalan tol juga diperlebar.
“Dari titik tepi aspal estimasi sekitar 20 meter (pelebaran jalan) di kanan dan kiri. Tapi yang di titik bawahnya tol (crossing tol Jl Suparjan Mangun Wijaya, Red). Dan nanti terus menyempit kembali ke eksisting,” ujar Alfi.
Adapun total panjang ruas Jl Suparjan Mangun Wijaya yang akan diperlebar sekitar 500 meter di kiri dan kanan titik jalan tol. Selain diperlebar, ruas jalan tersebut juga akan ditinggikan menyesuaikan kebutuhan jalan.
Alfi memastikan, pihaknya juga melakukan mitigasi. Salah satunya, memastikan akses untuk masyarakat sekitar tetap tersedia. “Untuk akses tetap akan dibuatkan semacam opritan atau jalan untuk bisa masuk ke Jl Suparjan,” terang Alfi.
Selain itu, pihaknya juga akan membangun saluran di tepi jalan dengan dimensi yang lebih besar. Pembangunan saluran drainase itu juga untuk mencegah terjadinya banjir di area yang lebih rendah.
“Terkait desain juga merupakan hasil kajian dari banjir terbesar selama 100 tahun. Kajian teknisnya seperti itu. Jadi sudah diakomodasi semua, baik saluran maupun jalan masuknya warga,” bebernya terkait mitigasi dampak bagi warga sekitar.
Selama proses pengerjaan proyek, menurut Alfi Jl Suparjan Mangun Wijaya memang akan ditutup. Pelebaran Jl Suparjan Mangun Wijaya, diakuinya menjadi fokus pekerjaan kontraktor Jalan Tol Akses Bandara saat ini. Termasuk di antaranya, melakukan penggantian terhadap Jembatan Mojoroto. “Lebar awal jembatan ini 6 meter. Nanti akan diperlebar menjadi sekitar 24 meter,” ungkap Alfi.
Terkait dampak lalu lintas dari penutupan jalan nasional itu, Alfi menyebut kendaraan pribadi masih bisa lewat jalan alternatif di Jl Jaksa Agung Suprapto, Jl Kawi, dan Jl Veteran. Sebaliknya, kendaraan angkutan dan kendaraan umum tidak bisa lewat jalan tersebut.
Dari hasil koordinasi dengan Pemkot Kediri serta Satlantas Polres Kediri Kota, penutupan disepakati mulai Kamis (22/10) mendatang. “Paling cepat penutupan selama enam bulan,” tandasnya.
Seperti diberitakan, pembangunan Tol Bandara yang terus dikebut, berdampak pada penutupan Jl Suparjan Mangun Wijaya mulai 22 Oktober nanti. Ruas jalan yang biasa dilewati bus jurusan Kediri-Surabaya itu akan ditutup hingga tahun depan.
Terpisah, KBO Satlantas Polres Kediri Kota Iptu Murnianto menyebut pihaknya akan menyiapkan rekayasa lalu lintas dari arah utara dan selatan. Misalnya, dari arah selatan, pemasangan rambu akan dilakukan di simpang tiga Ngadiluwih, simpang tiga Jetis, dan simpang empat Alun-Alun Kota Kediri.
PT LMA rencananya akan mulai memasang papan pemberitahuan di sejumlah titik tersebut. Termasuk dari sisi selatan, pemberitahuan akan mulai dipasang di Simpang Empat Branggahan. “Kami pasang dari Simpang Empat Branggahan itu dengan harapan kendaraan besar tidak masuk ke JWK (Jembatan Wijaya Kusuma). Karena kalau lewat sana, tembusnya Mojo, nanti dia harus balik lagi,” sambung Alfi lagi. (ais/ut)
Ayu Isma