Disdik Akan Bagikan Kain Seragam Gratis 11 Ribu Siswa Kota Kediri

KOTA, JP Radar Kediri-Sebanyak 11 ribu siswa baru jenjang SD dan SMP yang selama tiga bulan memakai seragam lama, bisa segera memakai seragam baru dalam waktu dekat. Hal tersebut menyusul pembagian seragam gratis oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri yang rencananya dilakukan minggu ini.

          Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Sulton Arfiansyah mengatakan, sejak pengadaan seragam diproses Juli lalu, hingga minggu kedua Oktober ini prosesnya masih terus berjalan. Minggu ini tahapannya adalah pengujian laboratorium (lab) kualitas kain. “Jadi dites (kualitas kainnya) itu sampai tiga kali. Harus sesuai dengan spesifikasinya,” ujar Sulton.

          Uji laboratorium, lanjut Sulton, dilakukan untuk memastikan kain sudah sesuai dengan spesifikasi kontrak. Minggu ini, pengujian merupakan kali ketiga. “Rencana hari ini (12/10) hasilnya (disampaikan dari penyedia, Red) dan kami rapatkan. Kalau sudah klir, baru bisa disalurkan,” terangnya.

          Sulton menerangkan, tahun ini pembagian seragam gratis tidak hanya berupa kain saja. Melainkan siswa juga mendapat atribut seragam. Sehingga, siswa tidak perlu lagi merogoh kocek untuk membeli perlengkapan seragam tersebut.

          Untuk diketahui, seragam gratis dibagikan kepada seluruh siswa baru di Kota Kediri jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Jumlah penerima sekitar 11 ribu siswa. “(Yang akan dibagikan kepada siswa) termasukkaos olahraga juga,” bebernya.

          Setelah proses yang relatif lama, Sulton menargetkan seragam bisa didistribusikan mulai pekan ini. Begitu finalisasi selesai, seragam akan langsung disalurkan ke masing-masing sekolah. Selanjutnya mereka yang membagikan kepada siswa.

“Target itu minggu ini. Jadi harus menyanggupi penyedianya. Makanya hari ini kami selesaikan. Karena kalau tidak tepat waktu, risiko di penyedia,” jelas Sulton.

Untuk diketahui, pada 2025 lalu dinas pendidikan menyalurkan 11.288 paket kain seragam gratis untuk siswa SD, SMP, dan SLB sederajat. Rinciannya, 4.865 paket untuk pelajar SD, MI, dan SDLB. Kemudian, 6.423 paket untuk pelajar SMP, MTs, dan SMPLB. Belasan ribu pelajar itu tersebar di 216 lembaga pendidikan di Kota Kediri.

Sementara itu, sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Kediri berjalan mulai Juli lalu, rata-rata siswa kelas 1 masih menggunakan seragam sekolah asal. Seperti kemarin, di sejumlah SMP, masih banyak siswa yang mengenakan seragam merah putih.

Areta, 11, siswa baru SMP negeri di Kota Kediri salah satunya. Dia dan teman-temannya yang lain masih mengenakan seragam merah-putih meski sudah hampir tiga bulan menjadi siswa baru di SMP.

“Semuanya teman-teman juga masih pakai seragam SD,” ujar siswa kelas 1 SMP itu.

Ditanya soal alasannya, pelajar asal Kelurahan Ngronggo itu mengaku sengaja menunggu seragam gratis. Dia urung membeli seragam baru karena mendengar akan mendapat seragam gratis dari Pemkot Kediri.

“Karena nanti katanya dapat seragam gratis, jadi dibilangi suruh menunggu. Dan semuanya sepakat pakai itu (seragam gratis dari pemkot, Red),” sambungnya.

Meski masih harus mengenakan seragam lama, Areta mengaku tak terlalu mempermasalahkannya. Sebab, tidak hanya dia saja yang masih berseragam sekolah asal. Melainkan semua siswa se-angkatannya. “Senang sih dapat bantuan seragam gratis. Semoga bisa segera dipakai nanti,” harapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, siswa baru yang masih mengenakan seragam sekolah asal cukup banyak ditemui di banyak SMP negeri. Beberapa sekolah tak memaksa siswanya untuk membeli seragam baru. Melainkan bisa menunggu alokasi kain seragam gratis dari Pemkot Kediri. (ais/ut)

 

 

Press ESC to close