KOTA, JP Radar Kediri-Pembangunan Tol Bandara yang terus dikebut, berdampak pada penutupan Jl Suparjan Mangun Wijaya mulai 22 Oktober nanti. Ruas jalan yang biasa dilewati bus jurusan Kediri-Surabaya itu akan ditutup hingga tahun depan. Pasalnya, rekanan akan memperlebar jembatan di sana yang menjadi bagian dari exit tol.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Kepala Bidang Bina Marga Timbul Joko Utomo mengatakan, pembangunan Jembatan Mojoroto di Jl Suparjan Mangun Wijaya merupakan bagian dari proyek pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung, akses Bandara Dhoho. Pelaksananya juga dari pihak pemrakarsa tol.
“Yang dikoordinasikan dengan pemkot, jembatan itu rencana (dibangun) menyesuaikan dengan exit tolnya. Jadi butuh dilebarkan dan ditinggikan sedikit. Akhirnya secara teknis, jembatan itu harus diganti,” ujar Timbul.
Nantinya, jembatan akan diganti dengan konstruksi baru yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan jalan tol. Terkait lamanya penutupan jalan, menurut Timbul akan menyesuaikan waktu proyek yang diusulkan selama enam bulan.
“Dimulai yang awalnya tanggal 17 Oktober, mundur jadi tanggal 22 Oktober nanti mulai penutupan,” lanjutnya.
Mundurnya rencana penutupan jalan, menurut Timbul imbas sosialisasi ke masyarakat yang baru akan dimulai. Salah satu bentuk sosialisasi adalah dengan memasang papan pemberitahuan di sejumlah titik jalan.
Terpisah, PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) yang merupakan kontraktor proyek tol juga membenarkan tentang penutupan jalan tersebut. Humas PT LMA Alfi Yusron Hamidy menyebut penutupan Jl Suparjan Mangun Wijaya dilakukan mulai Kamis (22/10) nanti. “Penutupan jalan dilakukan karena ada pekerjaan penggantian Jembatan Mojoroto,” katanya.
Jembatan sepanjang delapan meter itu, menurut Alfi akan diperlebar untuk mendukung operasional jalan tol akses ke Bandara Dhoho. Khususnya di area sekitar exit Tol Kediri-Tulungagung. “(Jembatan diperlebar) karena nantinya Jalan Suparjan ada on-off ramp untuk masuk ke akses tol,” tuturnya.
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Kediri Kota Iptu Murnianto menyebut pihaknya akan menyiapkan rekayasa lalu lintas dari arah utara dan selatan. Dari arah selatan, pemasangan rambu akan dilakukan mulai dari simpang tiga Ngadiluwih, simpang tiga Jetis, dan simpang empat Alun-Alun Kota Kediri.
“Yang dari utara, saya minta dari Mengkreng sudah dipasang (rambu-rambu lalu lintas, Red). Berlanjut di Papar, simpang empat Jongbiru, hingga simpang empat Semampir,” terang Murnianto.
Untuk diketahui, pembangunan dan pelebaran Jembatan Mojoroto akan menutup total Jalan Suparjan Mangun Wijaya. Sehingga, kendaraan roda empat ke atas bisa memilih jalur alternatif yang telah disediakan.
Misalnya, untuk kendaraan bus dari arah selatan tetap harus masuk Terminal Tamanan. Dari Alun-Alun Kota Kediri mereka ke barat masuk terminal. Setelah keluar dari terminal, mereka menuju ke arah alun-alun lagi.
“Baru belok kiri mengarah ke Surabaya. Melalui Jalan PB Sudirman, Klenteng, Semampir, dan seterusnya. Sebaliknya dari arah Surabaya, dari simpang empat Semampir lurus. Kemudian Kantor Pos belok kiri, kodim ke selatan, RS Baptis belok kanan, dan mengarah ke Tulungagung,” paparnya.
Adapun untuk sepeda motor bisa lebih leluasa memilih jalur alternatif. Sebab, penutupan total hanya dilakukan di sekitar jembatan saja. “Gambarannya seperti itu. Tapi teknis untuk penutupannya secara total masih menunggu rakor (rapat koordinasi, Red) berikutnya,” jelas pria asal Kecamatan Papar itu.
Di lain sisi, perubahan jalur lalu lintas ini turut berimbas langsung pada operasional bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antarkota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Tamanan Kediri. “Pasti berpengaruh. Karena bus yang diwajibkan masuk terminal hanya yang dari arah selatan saja,” ujar Gunawan, petugas Terminal Tamanan.
Dia tak menampik, penutupan Jl Suparjan Mangun Wijaya juga akan membuat jumlah penumpang dan jumlah armada yang masuk ke terminal turun. Jika saat ini ada sekitar 350 bus yang keluar masuk terminal, dia memprediksi nanti akan ada penurunan hingga separo. “Penurunan jumlah penumpang bisa diprediksi sampai 70 persen,” jelasnya. (ais/la/ut)
Ayu Isma