Dapat Beasiswa Kuliah Gratis, Cemplok ‘Lulus’ Lebih Cepat Gara-Gara Hamil setelah Hohohihi dengan Dalbo
Ini kisah Yu Cemplok. Bocah wedok saka Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Wonge sakjane pinter. Buktine, lulus SMA langsung ketrima neng perguruan tinggi negeri tanpa ngetokne biaya. Karena mendapat beasiswa dari pemerintah. Awalnya, perjalanan kuliahe Yu Cemplok ya lancar-lancar wae. Semua mata kuliah disantap dengan baik. Maklum, bocahe pancen pinter. Nilai ujiannya juga bagus.
Sudrun Ora Mbandani sik Tega Selingkuh Nglarani Ati
Sudrun pancen wis kebacut tenan. Niat awale membahagiakan Yu Minthul, ternyata cuma bertahan beberapa tahun saja. Selebihnya, pria asal Kecamatan Semen itu terus-terusan nglarani atine bojone. Terang ae kerabate Yu Minthul gemes. Ora terima keluargane diperlakukan tidak baik. “Kabeh gemes nyawang keluargane. Wis diperlakukan elek sik tetep meneng ae,” kata Yu Menik meluap-luap. Deweke ora tega nyawang Yu Minthul banting tulang menafkahi keluarga saben dina.
Gelem Penake, Emoh Ngrumat Anake, Wis Gede Digowo Lungo
Ini Kisah Sudrun dan istrinya Yu Minthul yang tinggal di Kecamatan Badas. Memutuskan membina rumah tangga beberapa tahun silam, pasangan suami istri itu bukannya membawa kebahagiaan bagi keluarganya. Melainkan malah nambahi beban orang tuanya yang sudah memasuki masa senja.
Tujuh Santri Beberkan Penganiayaan Bintang, JPU Hadirkan Saksi dari Ponpes Al-Hanifiyyah
KABUPATEN, JP Radar Kediri–Sidang kasus tewasnya Bintang Balqis Maulana, 14, akibat penganiayaan di Ponpes Al-Hanifiyyah berlanjut kemarin. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tujuh saksi yang semuanya santri. Di depan majelis hakim mereka membeber kesaksian terkait penganiayaan yang membuat santri asal Desa Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi itu meninggal. Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri Aji Rahmadi mengatakan, tujuh saksi yang dihadirkan kemarin merupakan teman satu kamar Bintang, teman beda kamar, hingga pimpinan kamar. “Semuanya santri di Ponpes Al-Hanifiyyah,” kata Aji terkait sidang lanjutan untuk terdakwa AK, 17; dan AF, 16 kemarin.
Siswa SMP Lakukan Penipuan Ratusan Juta? Modus Jastip Barang Mewah, Tawarkan Untung Besar
KOTA, JP Radar Kediri–Penipuan dengan modus jasa titip (jastip) barang branded atau bermerek viral di media sosial X dan TikTok. Pelaku yang merupakan siswa kelas 8 SMP negeri di Kota Kediri, disebut-sebut mengumpulkan uang hingga Rp 700 juta. Kasus yang bermula dari aplikasi Telegram ini mencuat setelah pembayaran untuk para member macet awal Maret ini. Adalah Se, siswa SMP di Kota Kediri yang fotonya terpampang di media sosial. Dia disebut-sebut menawarkan investasi pembelian barang branded dan meminta dana talangan. “Jadi modusnya, pelaku ini bisnis jasa titip barang branded dengan harga mahal. Tapi dia tidak punya uang. Jadi menawarkan ke member untuk memberi dana talangan,” kata No, salah satu korban penipuan.
Masjid Lawang Songo Ponpes Lirboyo, Bentuk Tak Berubah meski Berusia Hampir Satu Abad, Pintunya Simbol Kejayaan Islam
Desainnya sangat sederhana, meskipun mengusung konsep perpaduan Jawa dan Timur Tengah. Jumlah pintunya yang sembilan menyimbolkan kejayaan umat Islam. ------------------------------------- Seperti namanya, Masjid Lawang Songo Lirboyo memiliki pintu berjumlah sembilan. Tiga di sisi kiri dan kanan, lalu tiga lagi di bagian depan. Konon, Kiai Haji Mohammad Ma'roef lah yang mengusulkan hal ini. "Filosofinya untuk mengenang kejayaan umat islam," ujar Ketua 6 Pondok Pesantren Lirboyo Muhammad Jaza Al Aufa.
Emilia Susanti