KOTA, JP Radar Kediri—Berbagai persiapan untuk pembangunan Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) terus dikebut. Tim Pembebasan Tanah (TPT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah membahas rencana realisasi konstruksi dengan tim dari PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT).
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti. Menurutnya, persiapan realisasi konstruksi tol senilai Rp 9,92 triliun it uterus dikebut. Termasuk TPT yang intens membahas persiapan dengan tim konstruksi PT SSAT. “Pembahasna kami lakukan pekan lalu,” kata perempuan yang akrab disapa Nanda itu.
Kapan proyek fisik Tol Ki Agung mulai dibangun? Nanda menyebut seluruh persiapan tengah dimatangkan. “Mereka (PTSSAT, Red) sudah mau siap-siap masuk. (Pembangunan tol, Red) mungkin setelah lebaran,” lanjut Nanda terkait perkiraan waktu dimulainya pembangunan tol.
Seperti sebelumnya, Nanda menyebut tol yang menjadi akses ke Bandara Dhoho akan direalisasikan lebih dulu. Terutama akses dari sisi barat. Yaitu, di perempatan Bolawen, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan.
Bagaimana dengan jembatan penghubung di Kelurahan Semampir yang juga santer dikabarkan akan direalisasikan kali pertama? Nanda mengaku belum bisa memastikan objek mana yang didahulukan. “Mungkin paralel dengan yang di Tiron mulai, begitu juga pengerjaan untuk jembatan,” terangnya.
Pascakoordinasi tersebut, menurut Nanda pihaknya mempercepat pengadaan tanah. Meski, diakuinya progres tiap daerah berbeda. Termasuk untuk akses menuju Bandara Dhoho yang jadi prioritas.
Untuk ruas Kota Kediri, progres penlok II baru akan dilakukan sosialisasi. TPT sudah mengomunikasikan hal tersebut dengan BPN Kota Kediri. Adapun di Kabupaten Kediri sosialisasi untuk Desa Tiron dan Manyaran, Banyakan sudah selesai. “Pengukuran sudah selesai. Sekarang sudah turun Satgas B bersama (dinas, Red) pertanian dan perkim untuk mendata (yuridis aset, Red),” jelas Nanda.
Adapun pemasangan patok right of way (ROW) juga masih dilanjutkan. Yakni, dimulai dari wilayah utara menuju ke selatan atau wilayah Kabupaten Tulungagung. “Pematokan di Kota Kediri sudah selesai. Di Kabupaten Kediri sudah sampai Desa Ngadi. Selatannya lagi masih ada Desa Ngetrep. Habis itu sudah masuk Tulungagung,” jelasnya sembari menyebut pematokan ditarget selesai semua Maret ini.
Seperti diberitakan, progres pengosongan lahan di Desa Tiron dan Manyaran menjadi yang paling cepat dibandingkan wilayah terdampak lainnya. Hingga akhir Februari lalu, pengadaan tanah tahap I di Kabupaten Kediri sudah mencapai 97,63 persen. Adapun pengadaan tanah tahap II di seluruh wilayah terdampak baru di tahap pengukuran.
Jika pengadaan tanah tahap II sudah selesai, PT SSAT bisa segera merealisasikan pembangunan fisik proyek tol. Baik untuk akses bandara sepanjang 6,82 kilometer (km), dan main road Kediri-Tulungagung sepanjang 37,35 km. (ais/ut)
Ayu Isma