KABUPATEN, JP Radar Kediri-Bandara Internasional Dhoho Kediri telah dibuka untuk masyarakat umum. Namun, sarana pelengkap lainnya masih belum sepenuhnya siap. Misalnya, moda transportasi umum taksi dan stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang belum beroperasi.
Untuk diketahui, stan UMKM dan taksi bandara direncanakan beroperasi 1 Februari. Namun, seperti halnya penerbangan komersil yang belum dimulai, dua sarana tersebut juga belum dioperasikan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kediri Sukadi mengungkapkan, persiapan operasi stan UMKM membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama. Meski molor, Sukadi menegaskan stan UMKM yang berisi produk dari Kediri wilayah selatan itu akan dibuka Februari ini. “Saat ini sedang dipersiapkan agar segera beroperasi,” ujarnya.
Pantauan koran ini kemarin, belum ada perubahan signifikan di tiga stan UMKM Bandara Dhoho. Belum ada pajangan yang ada di sana. Demikian pula produk yang sedianya dijual di sana.

WISATA BARU: Warga berkunjung ke area luar terminal penumpang Bandara Dhoho. Cukup membayar parkir, mereka bisa bersantai di kompleks bangunan senilai triliunan rupiah itu. (WAHYU ADJI/JPRK)
Sedangkan untuk taksi, Sukadi menyebut seharusnya mereka sudah beroperasi. Sebab, sesuai rencana awal taksi dari Bluebird Group akan beroperasi 1 Februari lalu. “Seharusnya mereka sudah beroperasi. Mereka juga sudah izin mulai 1 Februari,” lanjutnya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri Mamiek Amiyati menambahkan, hingga kemarin dirinya juga belum mendapat tanggal pasti kapan stan UMKM di bandara dibuka.
Meski demikian, Mamiek menegaskan pihaknya sudah siap. Pemkab Kediri dan PT Angkasa Pura (AP) I juga sudah melakukan kurasi. Setidaknya ada ratusan produk yang sudah siap. Mulai dari produk makanan dan minuman (mamin), craft, hingga olahan kopi. “Karena kami sudah siap, jika dibuka kami dapat langsung menempatkan produk,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bandara Internasional Dhoho Kediri telah dibuka untuk umum sejak 1 Februari lalu. Namun, masyarakat baru mulai berdatangan ke bandara pada Sabtu (3/2) lalu. Hingga kemarin masih banyak pengunjung yang sengaja datang ke bandara untuk melihat dari dekat bandar udara senilai triliunan rupiah itu.
Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Dhoho I Nyoman Noer Rohim mengungkapkan, bandara dibuka terbatas untuk masyarakat umum. Mereka boleh mengunjungi sisi luar terminal penumpang.
Waktu untuk berkunjung ke bandara juga dibatasi. Yakni, mulai pukul 07.30 hingga pukul 17.00. Masyarakat bisa berkunjung ke bandara dengan membayar parkir Rp 4 ribu untuk kendaraan roda dua, Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat. Serta, Rp 15 ribu untuk kendaraan lebih dari roda empat. (wib/ut)
Arif Hanafi