Disdik Siapkan Diklat Calon Kepala Sekolah, Desember Sudah Mulai

RadarKediri.ID-Sebanyak 17 jabatan kepala sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kediri kosong.  Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri pun mempercepat proses pengisiannya. Salah satunya dengan menyiapkan diklat.

          Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan, sebanyak 17 jabatan kepala sekolah yang kosong itu sekarang sedang diisi pejabat pelaksana tugas (plt). Rinciannya, dua SMP negeri dan 15 SD negeri.

Belasan pos tersebut kosong karena para kepala sekolah termasuk dalam rombongan guru yang memasuki purnatugas. Total ada 102 guru yang pensiun tahun ini.

          “Khusus untuk kepala sekolah, kami sedang siapkan diklat calon kepala sekolah. Insyaallah bulan Desember sudah mulai,” ujar Mandung.

          Karena itu, saat ini dinas pendidikan sudah memulai tahapan rekrutmen calon kepala sekolah. Khususnya untuk mengisi belasan lembaga yang saat ini masih diisi plt.

Terkait syaratnya, Mandung menyebut disdik mempertimbangkan kepangkatan hingga mempunyai surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang baik. “Persyaratannya juga harus punya sertifikasi diklat calon kepala sekolah. Dan itu semua dibiayai oleh dinas pendidikan. Kami kerja sama dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan untuk diklatnya agar beliau-beliau ini bisa memenuhi syarat menjadi kepala sekolah,” ungkap Mandung.

          Jika prosesnya lancar, pengisian jabatan kepala sekolah itu ditargetkan bisa terlaksana pada Januari mendatang. Adapun saat ini, baru ada sekitar 92 orang yang mendaftarkan diri. Termasuk di antaranya kepala sekolah yang melanjutkan untuk periode kedua yang juga tetap harus melalui mekanisme diklat.

          “Kami terus mendorong teman-teman yang memenuhi syarat untuk mendaftar jadi kepala sekolah,” terang Mandung, ditemui usai acara pelepasan purnabakti ASN Dinas Pendidikan Kota Kediri, Selasa (3/11).

          Untuk diketahui, total ada 102 ASN Dinas Pendidikan Kota Kediri yang memasuki masa purna tahun ini. Mayoritas merupakan guru SD sebanyak 51 orang. Selebihnya merupakan guru TK, SMP, serta pegawai dinas pendidikan. Tahun ini merupakan pertama kalinya dinas pendidikan menggelar seremoni pelepasan secara resmi guru yang memasuki purnatugas.

          “Ini harus ada satu perhatian, penghormatan. Beliau-beliau ini rata-rata sudah mengabdi 30 tahun lebih,” ungkap Mandung.

          Pelepasan itu tak hanya bentuk penghormatan, melainkan juga sarana membangun sinergitas. Harapannya setelah purna, para guru itu bisa menjadi tokoh yang tetap membantu menjalankan program dinas pendidikan. Utamanya dalam mengentaskan persoalan anak putus sekolah.

          “Jadi anak-anak kita yang kesulitan sekolah, beliau ini sudah ahli karena background-nya guru. Dengan dasar itu, saya yakin bisa membantu kita,” harapnya.

          Muhammad Zainudin, 61, salah satu guru yang pensiun tahun ini mengaku senang bisa dilepas secara resmi dan terhormat oleh dinas pendidikan. Dia sudah mengajar total selama 40 tahun sebagai guru pendidikan agama Islam. “Saya dari tahun 1987 mengajar,” ujarnya.

          Meski sudah purnatugas, Zainudin berencana tetap akan menyibukkan diri menjalankan usaha yang sudah dia rintis sejak beberapa tahun sebelumnya. Terlepas dari itu, kakek dengan 11 cucu itu bersyukur akhirnya bisa menikmati masa tua bersama keluarga.

          “Rencana mau momong cucu juga nanti ada usaha lain yang dijalankan. Meneruskan usaha yang sudah saya rintis dari tahun 2000 dulu sampai sekarang,” tandas Zainudin semringah. (ais/ut)

         

         

 

 

 

 

 

Press ESC to close