
Gua Selomangleng
Di Kota Kediri ada tempat wisata dengan tema alam. Lokasinya berada di kaki Gunung Klotok, Kecamatan Mojoroto. Namanya adalah Gua Selomangleng. Selain menikmati pemandangan alam, juga melihat peninggalan sejarah.
Saat liburan Lebaran nanti, Gua Selomangleng ini menjadi destinasi wisata yang diminiati. Dari Bundaran Sekartaji, jaraknya sekitar 5,1 kilometer (km). Menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil, hanya memerlukan waktu sekitar 14 menit hingga 19 menit.
Tempat wisata ini ramai pengunjung saat akhir pekan dan hari libur nasional. Pengunjungnya mulai daerah Kediri, luar kota bahkan pulau. “Kalau saya asli Kediri, tapi domisili di Kalimantan,” terang Hendra, 50, salah satu pengunjung wisata Selomangleng.
Siang itu, Hendra berkunjung bersama Edo, 5, anaknya. Kunjungannya bertujuan mengenalkan wisata asalnya. Di mana wisata tersebut tidak ada di tempat tinggalnya di Kalimantan. “Lihat ini nanti kalau sudah kembali ke Kalimantan tidak ada seperti ini,” ujar Hendra seraya menunjukkan bagian gua yang merupakan tempat bersemedi.
Jika dilihat dari luar, Gua Selomangleng terlihat seperti hanya terdapat dua ruangan. Namun saat masuk, ternyata ada ruangan lain di dalamnya. Untuk masuk dalam gua, pengunjung terlebih dahulu naik ke tebing. Di dalam gua menyengat tercium bau wangi dupa dan sesajen. Terasa mistis dan angker.

Gua ini terbentuk dari batu andesit hitam berukuran cukup besar dan tampak menyolok terlihat dari kejauhan. Keunikan dari Gua Selomangleng adalah adanya bongkahan batu yang seolah berserakan dan di antara batu tersebut ada yang dipahat, dan di bagian luar gua ada berbagai relief yang menghiasi.
“Jika ada pahatan awan itu menandakan gua tersebut digunakan,” terang Juru Pemilihara Museum Airlangga Kota Kediri Andi Rahardi.
Dalam catatan sejarah, Gua Selomangleng mulai digunakan sejak permulaan Kerajaan Kadiri/Daha/Panjalu pada abad XI Masehi, Singhasari abad XIII Masehi, dan Majapahit abad XV Masehi yang berfungsi sebagai gua pertapaan, tempat bersemayam para dewa.
Hingga sekarang, di sana masih sering digunakan untuk ritual tertentu. Bau asap dupa dan bekas aneka sesajan terlihat di beberapa tempat. Aura mistis begitu teras ajika masuk kedalamnya.
Nama Gua Selomangleng ini sendiri diambil dari kata selo yang berarti batu. Sedangkan Mangleng sendiri berarti miring. Jadi Selomangleng ini berarti batu yang kedudukannya miring jika dilihat dari permukaan tanah.
Kawasan objek wisata Gua Selomangleng saat ini telah dikembangkan sebagai wisata keluarga. Tiket masuk Gua Selomangleng, yaitu sebesar Rp 4.000 untuk satu orang dewasa dan Rp 2.500 untuk anak anak.(ara/ndr)