Tujuh Santri Beberkan Penganiayaan Bintang, JPU Hadirkan Saksi dari Ponpes Al-Hanifiyyah
KABUPATEN, JP Radar Kediri–Sidang kasus tewasnya Bintang Balqis Maulana, 14, akibat penganiayaan di Ponpes Al-Hanifiyyah berlanjut kemarin. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tujuh saksi yang semuanya santri. Di depan majelis hakim mereka membeber kesaksian terkait penganiayaan yang membuat santri asal Desa Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi itu meninggal. Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri Aji Rahmadi mengatakan, tujuh saksi yang dihadirkan kemarin merupakan teman satu kamar Bintang, teman beda kamar, hingga pimpinan kamar. “Semuanya santri di Ponpes Al-Hanifiyyah,” kata Aji terkait sidang lanjutan untuk terdakwa AK, 17; dan AF, 16 kemarin.
Ribuan Padati Festival Budaya Kediri Kuno-Kini, Ada Produk UMKM, Makanan, Fashion, Kecantikan, Craft, dan Kerajinan
KABUPATEN, JP Radar Kediri- Bazar Ramadan, yang dikemas dalam Festival Budaya Kediri Kuno-Kini, kebanjiran pengunjung di akhir pekan ini. Kemarin (23/3) ribuang pengunjung memadati stan-stan pameran di area Simpang Lima Gumul (SLG) tersebut. Kepadatan sudah terlihat menjelang waktu berbuka puasa. Tak hanya berjalan-jalan sore sembari menunggu bedug maghrib, para pengunjung juga membeli makanan dan minuman kala waktu berbuka tiba. Akibatnya, antrean di stan makanan bisa sangat panjang.
Maishylatul Affivah, Atlet Taekwondo Berprestasi asli Kediri, Badan Luka dan Air Mata Jadi Makanan Biasa
Tidak banyak yang menyangka. Di balik berbagai prestasinya itu ternyata Shyla masih sering gugup saat hendak pertandingan. Namun, ketika sudah masuk gelanggang, dia bisa langsung bermain secara apik. Hingga berhasil mengalahkan lawan-lawannya.
Masjid Joglo Rahmatan wa Salaman; Materialnya Benar-Benar Kuno, Usia Pintunya 153 tahun, Gebyoknya Bertanda 1871
Masjid di tengah persawahan ini memang baru berdiri. Namun, material bangunannya benar-benar kuno. Membuat mereka yang masuk ke masjid seakan tersedot ke masa silam dengan nuansa kuno yang sedikit mistis.
Sakit Stroke, Warga Titik, Kecamatan Semen Meninggal Terbakar di Rumahnya, Suaminya sempat Lihat korban Pegang Korek Api
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Hadi Harsono, 61, langsung berlari meninggalkan rumah keduanya yang ada di depan. Teriakan warga yang memberi tahu jika rumahnya terbakar sekitar pukul 18.45 (11/3), membuat lansia itu bergegas menuju rumah pertamanya. Dia juga langsung menuju bagian belakang rumah di Dusun Cangkringan, Desa Titik, Semen, yang sudah dilalap api tersebut. Menyadari jika Heny Pratiwi, 59, sang istri, berada di dalam rumah, Hadi hendak masuk ke dalam untuk menyelamatkannya. Ingatan Hadi akan sang istri yang kali terakhir diketahui memegang korek api itu, membuatnya semakin khawatir. Apalagi, perempuan yang dinikahinya lima tahun silam itu dalam kondisi sakit stroke.
Emilia Susanti