Tim Hukum Hotman Paris Dampingi Keluarga Bintang
KOTA, JP Radar Kediri–Keluarga Bintang Balqis Maulana, 14, santri PPTQ Al-Hanifiyyah yang meninggal dianiaya oleh empat santri pada Jumat (23/2) lalu, datang ke Polres Kediri Kota kemarin siang. Didampingi tim hukum dari Hotman Paris Hutapea, mereka menanyakan perkembangan pengusutan kasus yang membuat bungsu dari tiga bersaudara itu pulang dalam kondisi tak bernyawa Sabtu (24/2) lalu.
Lemas, Masih Dibanting, Tewas setelah Satu Jam di RS
KOTA, JP Radar Kediri-Penganiayaan yang dialami Bintang Balqis Maulana, 14, di Ponpes Al-Hanifiyyah (sebelumnya disebut Ponpes Al-Hanafiyyah) Desa Kranding, Mojo, tidak hanya terjadi di satu lokasi. Melainkan, dilakukan di tiga tempat yang berbeda. Bahkan, di lokasi terakhir dia masih dibanting sebanyak tiga kali oleh pelaku meski sudah dalam kondisi lemas. Hal tersebut tergambarkan dalam rekonstruksi yang digelar di Polres Kediri Kota kemarin. Pantauan koran ini, rekonstruksi yang dilakukan di ruang Rupatama, Polres Kediri Kota itu dilakukan sekitar 10.30. Total ada 55 adegan yang diperagakan oleh empat tersangka hingga pukul 12.00 kemarin. Mereka adalah AK, 17, santri asal Surabaya; AF, 16, sepupu Bintang, asal Bali; MA, 18, asal Nganjuk, dan MN, 18, santri asal Sidoarjo.
Keluarga Santri Tewas Minta Bantuan Hotman Paris
Sementara itu, kasus tewasnya Bintang di Ponpes Al Hanafiyyah jadi perhatian pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Pengacara kenamaan itu memastikan akan membantu proses hukum kasus tersebut. Hal tersebut diungkapkan oleh Suyanti, 38, ibu korban. Ditemui Jawa Pos Radar Genteng, dia menyebut surat kuasa dan dokumen yang dibutuhkan untuk pendampingan hukum sudah dikirim ke pengacara kenamaan di Jakarta itu. “Sudah tadi (kemarin), mengirim surat kuasa, dokumen, dan identitas kami ke Pak Hotman,” tuturnya. Suyanti mengaku butuh bantuan Hotman Paris agar kasus meninggalnya putra bungsunya itu bisa berjalan secara adil. Selebihnya, dia juga perlu menjaga keamanan keluarganya. “Saya sebagai pihak korban kehilangan nyawa. Saya membutuhkan pendamping yang benar-benar membela saya,” urainya.
Polisi Lanjutkan Pengusutan Kasus Tewasnya Santri, Keluarga Ingin Pelaku Dihukum Berat
KOTA, JP Radar Kediri–Polres Kediri Kota melanjutkan pengusutan kasus tewasnya Bintang Balqis Maulana, 14, santri Ponpes Al Hanafiyyah, pada Jumat (23/2) pagi lalu. Kemarin, korps baju cokelat menetapkan empat tersangka pelaku pengeroyokan. Pelaku yang semuanya santri itu langsung dijebloskan ke tahanan. Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, penetapan empat tersangka dilakukan pada Minggu (25/2) malam. “Kami lakukan penahanan,” kata perwira menengah yang akrab disapa Bram itu.
Bunuh Pacar Adik Ipar karena Sakit Hati
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Teka-teki penyebab tewasnya Deasy Rahmasari, 19, pada Sabtu (24/2) malam lalu akhirnya terkuak. Nova Susilo, 29, yang tak lain adalah kakak ipar pacar Deasy tega membunuh gadis belia itu karena sakit hati. Sebab, dia sempat mendapat perkataan kotor atau umpatan dari korban.
Emilia Susanti