Taksi Bandara Dhoho Sepi Order, Mayoritas Penumpang Dijemput Keluarganya
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Sekitar tiga minggu beroperasi, moda transportasi di Bandara Dhoho sepi order. Meski ada lebih dari seribu penumpang yang berangkat dan tiba di Bandara Dhoho, hanya sebagian kecil yang menggunakan taksi dan bus bandara. Selebihnya diantar dan dijemput oleh keluarganya sendiri. Kondisi sepinya angkutan umum di Bandara Dhoho, dibenarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri.“(Angkutan sepi, Red) karena memang kebanyakan lebih memilih diantar jemput keluarga,” kata Kabid Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari.
Ragukan Data Tol, Warga Ajukan Sanggahan, BPN Klarifikasi Puluhan KK Terdampak Kamis Nanti
KOTA, JP Radar Kediri—Tahapan pembebasan tanah terdampak Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) di Kelurahan Bujel, Mojoroto, tersendat. Sejumlah warga terdampak di sana mengajukan sanggahan karena hasil pendataan peta bidang tanah (PBT) dan daftar nominatif (danom) dianggap tidak sesuai. Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, sejak diumumkan pada 4 April lalu, puluhan warga yang terdampak berdatangan ke Balai Kelurahan Bujel untuk mengecek. Beberapa di antara mereka yang merasa pendataan tidak sesuai langsung mengajukan sanggahan. Lurah Bujel Mujiyo yang dikonfirmasi terkait hal ini membenarkannya. Dari total pemilik 47 bidang tanah terdampak tol akses ke Bandara Dhoho itu, memang ada sejumlah warga yang mengajukan sanggahan. “Tidak semua mengajukan sanggahan lewat kelurahan. Ada yang langsung ke BPN,” kata Mujiyo.
Maulida Faiza, Bocah Kediri yang Wakili Jatim di Ajang MTQ Nasional
Setiap mengikuti lomba qiraah, orang tuanya selalu menekankan bukan mencari kemenangan. Melainkan mencari berkah dari ayat-ayat suci tersebut. Jika kemudian keberhasilan selalu menyertai, kemampuan Maulida memang luar biasa. --------------------------------------- Namanya tergolong panjang. Maulida Faiza Kulla Azmina. Tapi, bocah berusia 11 tahun ini biasa dipanggil dengan nama depannya, Maulida. Gadis cilik yang duduk di kelas empat Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nidhomiyah Canggu ini juga bukanlah anak yang ekspresif. Lebih banyak diam ketika diwawancarai. Hanya sesekali saja senyumnya mengembang. Bila wartawan koran ini mengajukan pertanyaan, dia lebih banyak tersipu malu. Menjawab dengan suara yang sangat lirih. Yang hanya bisa dipahami oleh sang ibu, Binti Khoirun Nadhifah, yang duduk di sampingnya.
Masjid Lawang Songo Ponpes Lirboyo, Bentuk Tak Berubah meski Berusia Hampir Satu Abad, Pintunya Simbol Kejayaan Islam
Desainnya sangat sederhana, meskipun mengusung konsep perpaduan Jawa dan Timur Tengah. Jumlah pintunya yang sembilan menyimbolkan kejayaan umat Islam. ------------------------------------- Seperti namanya, Masjid Lawang Songo Lirboyo memiliki pintu berjumlah sembilan. Tiga di sisi kiri dan kanan, lalu tiga lagi di bagian depan. Konon, Kiai Haji Mohammad Ma'roef lah yang mengusulkan hal ini. "Filosofinya untuk mengenang kejayaan umat islam," ujar Ketua 6 Pondok Pesantren Lirboyo Muhammad Jaza Al Aufa.
Siswa SMP Lakukan Penipuan Ratusan Juta? Modus Jastip Barang Mewah, Tawarkan Untung Besar
KOTA, JP Radar Kediri–Penipuan dengan modus jasa titip (jastip) barang branded atau bermerek viral di media sosial X dan TikTok. Pelaku yang merupakan siswa kelas 8 SMP negeri di Kota Kediri, disebut-sebut mengumpulkan uang hingga Rp 700 juta. Kasus yang bermula dari aplikasi Telegram ini mencuat setelah pembayaran untuk para member macet awal Maret ini. Adalah Se, siswa SMP di Kota Kediri yang fotonya terpampang di media sosial. Dia disebut-sebut menawarkan investasi pembelian barang branded dan meminta dana talangan. “Jadi modusnya, pelaku ini bisnis jasa titip barang branded dengan harga mahal. Tapi dia tidak punya uang. Jadi menawarkan ke member untuk memberi dana talangan,” kata No, salah satu korban penipuan.
Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi