Lima Hari Kediri Beauty Fest 2024, Omzet Miliaran Rupiah, Booth-Booth Peserta Merasa Puas
KOTA, JP Radar Kediri – Animo warga Kediri Raya terhadap ajang Kediri Beauty Fest 2024 sangat tinggi. Mereka memanfaatkan pameran selama lima hari di Atrium Kediti Town Square (Ketos) ini untuk berbelanja kebutuhan kecantikan. Hasilnya, omzet yang diperoleh booth-booth peserta pameran pun ikut tinggi. Berdasarkan survei yang dilakukan panitia Kediri Beauty Fest 2024, dalam sehari setiap booth bisa mencatatkan omzet lebih dari Rp 10 juta. Bila ditotal, total omzet dari 27 booth peserta pameran menembus angka Rp 1 miliar lebih selama lima hari pelaksanaan. “Kami bersyukur bahwa event ini disambut antusias warga Kediri Raya. Booth-booth peserta juga sangat puas,” terang ketua Kediri Beauty Fest Mashadi.
Persedikab Temani Adhyaksa Farmel FC Lolos 32 Besar Liga 3 Nasional
KABUPATEN, JP Radar Kediri – Persedikab Kabupaten Kediri akhirnya lolos dari lubang jarum. Mereka berhasil melangkah ke babak selanjutnya, babak 32 besar, dalam Liga 3 Nasional. Tambahan satu poin setelah menahan imbang PSIK Klaten sudah cukup bagi mereka menjadi salah satu wakil dari Grup O. Tambahan satu poin tersebut membuat posisi Persedikab tak akan terkejar di dua besar. Dengan mengumpulkan delapan poin dari empat kali pertandingan. Posisi ini tak bisa dikejar oleh PSIK yang hanya finish di peringkat tiga dengan lima poin. “Kami sudah lolos (ke 32 besar). Entah dengan status runner up atau juara grup,” ucap pelatih Persedikab Muslim Habibi lega. Habibi memang layak bernapas lega. Selama 90 menit pertandingan di Stadion Canda Bhirawa kemarin siang, PSIK memberi perlawanan keras. Atmosfir permainan pun menjadi panas. Dengan beberapa kali terjadi aksi protes dan aksi dorong.
Ragukan Data Tol, Warga Ajukan Sanggahan, BPN Klarifikasi Puluhan KK Terdampak Kamis Nanti
KOTA, JP Radar Kediri—Tahapan pembebasan tanah terdampak Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) di Kelurahan Bujel, Mojoroto, tersendat. Sejumlah warga terdampak di sana mengajukan sanggahan karena hasil pendataan peta bidang tanah (PBT) dan daftar nominatif (danom) dianggap tidak sesuai. Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, sejak diumumkan pada 4 April lalu, puluhan warga yang terdampak berdatangan ke Balai Kelurahan Bujel untuk mengecek. Beberapa di antara mereka yang merasa pendataan tidak sesuai langsung mengajukan sanggahan. Lurah Bujel Mujiyo yang dikonfirmasi terkait hal ini membenarkannya. Dari total pemilik 47 bidang tanah terdampak tol akses ke Bandara Dhoho itu, memang ada sejumlah warga yang mengajukan sanggahan. “Tidak semua mengajukan sanggahan lewat kelurahan. Ada yang langsung ke BPN,” kata Mujiyo.
IDUL FITRI: Momentum Berbagi 5P
Kemenangan telah datang, di hari fitri yang penuh kebahagian dan keberkahan. Inilah yang beberapa hari terakhir dirasakan oleh umat muslim sedunia yang sebelumnya ditempa, dilatih dan dididik oleh agama Islam dalam momentum ibadah puasa di bulan Ramadhan. Karena sungguh di bulan Ramadhan terdapat keistimewaan dan kemuliaan mengingat firman Allah swt: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia (QS Al-Baqarah: 185)
PDIP Bisa Usung Calon Bupati Sendiri, Tujuh Partai Politik Lain Harus Berkoalisi di Pilbup
KABUPATEN, JP Radar Kediri-Jika partai politik (parpol) di Kota Kediri harus berkoalisi untuk mengusung calon kepala daerah, di Kabupaten Kediri PDI Perjuangan (PDIP) dipastikan bisa mengusung calon bupati (cabup) sendiri. Hal tersebut setelah perolehan kursi partai berlambang moncong putih itu di atas batas minimal 20 persen. Sesuai ketentuan, syarat minimal mengusung pasangan calon adalah harus meraih minimal 20 persen kursi di parlemen. Atau meraih 25 persen suara sah dalam pemilu legislatif (pileg). Dengan syarat tersebut, dari total delapan partai peraih kursi di DPRD Kabupaten Kediri, hanya PDIP yang bisa mengusung pasangan cabup tanpa berkoalisi. Adapun tujuh partai lainnya harus berkoalisi. Sebab, perolehan kursi mereka di bawah 20 persen.
Arif Hanafi
Emilia Susanti